Ki Gede Cirebon Timur Mengatakan”Refleksi Akhir Tahun FCTM di Kuningan Dinilai Tidak Representatif”

- Pewarta

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kontroversinews, Com.

Kabupaten Cirebon, – Pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar oleh Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) di Kabupaten Kuningan menuai kritik keras dari sejumlah aktivis Cirebon Timur.

Kegiatan tersebut dinilai tidak tepat lokasi, minim keterlibatan publik, serta tidak mencerminkan ruh perjuangan pemekaran Cirebon Timur yang selama ini diperjuangkan secara kolektif oleh masyarakat dan aktivis akar rumput.

Sejumlah kalangan menilai, pelaksanaan kegiatan refleksi yang dilakukan di luar wilayah Cirebon Timur justru menimbulkan tanda tanya besar terkait arah dan orientasi gerakan FCTM ke depan.

Refleksi akhir tahun yang seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka dan konsolidasi perjuangan, dinilai berubah menjadi agenda yang tertutup dan jauh dari basis rakyat.

Kritik Keras Aktivis Senior

Salah satu kritik paling tajam disampaikan oleh Sudarto, S.H., aktivis Kabupaten Cirebon yang dikenal luas sebagai Ki Gede Cirebon Timur. Ia menilai pelaksanaan refleksi akhir tahun di luar wilayah Cirebon Timur sebagai langkah yang tidak sensitif terhadap sejarah perjuangan, basis gerakan, serta aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung perjuangan pemekaran.

“Refleksi akhir tahun itu seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka bagi masyarakat dan aktivis Cirebon Timur. Tapi justru dilaksanakan di Kabupaten Kuningan. Ini bukan hanya tidak tepat, tapi juga mencederai rasa kebersamaan dan solidaritas perjuangan,” tandas Sudarto, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, kritik yang disampaikannya bukan semata-mata soal lokasi kegiatan, melainkan menyentuh persoalan substansi, etika gerakan, dan komitmen moral terhadap sejarah panjang perjuangan pemekaran Cirebon Timur.

Ia menyayangkan karena kegiatan tersebut terkesan tertutup, tidak melibatkan masyarakat serta para aktivis yang sejak awal berada di garis depan perjuangan, bahkan jauh sebelum FCTM terbentuk.

“Kami sudah bergerak jauh sebelum FCTM dibentuk. Banyak aktivis yang sejak awal mengorbankan tenaga, waktu, bahkan materi. Tapi justru tidak diundang, tidak dilibatkan, seolah-olah perjuangan ini dimulai dari nol oleh kelompok tertentu,” tegasnya.

Sudarto juga menilai, pola gerakan seperti ini berpotensi menggerus kepercayaan publik dan memunculkan kecurigaan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur mulai bergeser dari gerakan rakyat menjadi agenda eksklusif segelintir elit.
“Ini jelas menyederai aktivis dan masyarakat Cirebon Timur.

Pemekaran bukan milik forum, bukan milik tokoh tertentu, melainkan milik rakyat Cirebon Timur secara keseluruhan,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum introspeksi jujur, evaluasi terbuka, dan konsolidasi bersama, bukan justru menciptakan jarak antara pengurus forum dengan basis perjuangan di lapangan.

Gerakan Pemekaran Jangan Dibelokkan
Lebih jauh, Sudarto menyampaikan sikap politik dan moral yang tegas. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, dirinya bersama sejumlah aktivis senior dan akar rumput akan meluruskan kembali arah perjuangan pemekaran Cirebon Timur agar tidak menyimpang dari nilai-nilai awal.

“Jika forum yang ada tidak lagi merepresentasikan semangat kolektif dan perjuangan rakyat, maka kami akan mengambil langkah tegas. FCTM akan kami ambil alih kembali dan dikembalikan ke wadah perjuangan yang sah dan historis, yaitu Komite Pemekaran Cirebon Timur (KPCT),” ungkapnya.

Ditegaskan Sudarto, KPCT merupakan wadah perjuangan yang lahir dari bawah, dibangun melalui proses panjang, melibatkan masyarakat luas lintas desa dan kecamatan, serta menjadi simbol persatuan gerakan pemekaran Cirebon Timur sejak awal.

“KPCT adalah rumah perjuangan. Di sanalah dulu kita semua duduk sejajar, berdiskusi keras, berbeda pendapat, bahkan berdebat panjang, tapi tetap satu tujuan. Jangan sampai perjuangan ini dibelokkan menjadi panggung elit atau alat legitimasi kelompok tertentu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur bukan sekadar agenda politik atau administratif, melainkan perjuangan martabat, keadilan pembangunan, dan hak masyarakat Cirebon Timur untuk menentukan masa depannya sendiri.

Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, dan aktivis pergerakan Cirebon Timur untuk kembali merapatkan barisan, menjaga marwah perjuangan, serta memastikan bahwa agenda pemekaran tetap berpijak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit.

“Perjuangan ini belum selesai. Kita harus luruskan bersama. Pemekaran Cirebon Timur adalah amanah rakyat, bukan milik forum, apalagi panggung elit,” pungkasnya.

 

(Susmiati)

Berita Terkait

Wali Kota Cirebon Resmikan Empat Gedung Puskesmas dan Tekenal MoU Strategis
FK-GOL: Tahun 2025 Kuningan Lolos Gagal Bayar, Namun Masih Menyisakan Tunda Pembayaran
Satlinmas Desa Kiangroke Gelar Apel Siaga, Perketat Keamanan Jelang Pergantian Tahun
Pemkot Cirebon Tekankan Pentingnya Membumikan Toleransi hingga ke Akar Rumput
Kota Cirebon Borong Penghargaan di Ajang Anugerah Keterbukaan Informasi dan Gapura Sri Baduga 2025
Menyambut Tahun Baru 2026, Pemerintah Desa Cikole Komitmen Tingkatkan Potensi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkot Cirebon Perkuat Struktur Fiskal Daerah Lewat Penyesuaian Regulasi Pajak dan Retribusi
Dapur SPPG Selacau Periode Ini Tunda Penyaluran Bantuan, Menunggu Pencairan Banper BGN

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:10

Wali Kota Cirebon Resmikan Empat Gedung Puskesmas dan Tekenal MoU Strategis

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:03

FK-GOL: Tahun 2025 Kuningan Lolos Gagal Bayar, Namun Masih Menyisakan Tunda Pembayaran

Kamis, 1 Januari 2026 - 01:52

Satlinmas Desa Kiangroke Gelar Apel Siaga, Perketat Keamanan Jelang Pergantian Tahun

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:13

Pemkot Cirebon Tekankan Pentingnya Membumikan Toleransi hingga ke Akar Rumput

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:13

Kota Cirebon Borong Penghargaan di Ajang Anugerah Keterbukaan Informasi dan Gapura Sri Baduga 2025

Berita Terbaru