Pekanbaru | Kontroversinews-Dalam rangka kunjungan kerja ( Kunker ) kepala dinas kota pekanbaru Bpk.Dr.H.Ismardi Ilyas,M.Ag mendatangi SMP Negeri 9 Pekanbaru untuk memantau secara langsung proses daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).Hasil dari kedatangannya ke SMP Negeri 9 berarti sudah 4 sekolah yang dikunjungi oleh kepala dinas kota Pekanbaru tersebut, Rabu, 9/7/2020
“Sampai pada pukul 12.30 Wib disampaikan kepada media ini proses daftar ulang berjalan lancar tidak ada gejolak dari masyarakat dan berharap semoga sampai selesai daftar ulang berjalan lancar,” ungkapnya.
Mengenai masalah zonasi yang sekarang ini menjadi polemik dan sering dipertanyakan wali murid saya mengklarifikasi bahwasanya, jarak zonasi sekolah itu sebenarnya sangat mudah dipahami.hitung saja mulai titik nol dari sekolah ke rumah masing masing dan tergantung kouta ( Daya tampung ) lokal yang ada disekolah tersebut.misalnya ada jaraknya 800 meter dan 700 meter diterima disekolah SMP Negeri itu karena Kouta disekolah tersebut memenuhi.Ada juga jarak dari rumah ke sekolah 400 meter tapi karna Kouta ( daya tampung ) disekolah tidak mempenuhi tidak diterima, itu semua tergantung Kouta tiap masing masing sekolah dan bisa dilihat juga dari google maps atau mencari informasi.
Sebenarnya yang menjadi kekhawatiran saya mengenai calon peserta didik menggunakan surat domisili dan suket tidak sama, makanya saya instruksikan kepada kepala sekolah,pengawas dan pengurus sekolah SMP Negeri yang ada dipekanbaru ini untuk jangan sampai mengambil data palsu misalnya surat domisili dan suket berbeda harus teliti dalam memproses dan menginput data siswa yang mendaftar.imbaunya.
Tahun ini murid yang mendaftar SMP Negeri yang ada di kota pekanbaru sebanyak 19.700 siswa dan daya tampung SMP Negeri yang dipekanbaru sebanyak 8.762 Siswa dari 45 Sekolah SMP Negeri yang ada dipekanbaru.yang berarti tidak sampai 46 % kapasitas daya tampung tiap sekolah lebih banyak sekolah swasta yang buka daripada negeri.oleh karena itu,saya menghimbau kepada masyarakat yang ekonomi menengah ke atas agar memasukan anak mereka kesekolah swasta supaya masyarakat yang ekonominya kebawah dapat memasukan anaknya kesekolah negeri dan mendapatkan Kouta.imbaunya
Lanjut,saya juga menghimbau kepada kepala yayasan – yayasan sekolah swasta mengenai kondisi pandemi saat ini yang membuat ekonomi dan sosial dimasyarakat pora poranda.oleh karena itu saya menghimbau kepada kepala yayasan sekolah swasta agar dapat memberikan keringanan dan toleransi kepada masyarakat yang ingin memasukkan anaknya kesekolah swasta agar dikurangi biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan ( SPP ), supaya tidak terlalu besar pengeluaran wali murid dan supaya anak – anak kita agar dapat melanjutkan pendidikan walaupun di sekolah swasta. Imbaunya
Mengenai sistem cara belajar mengajar secara tatap muka sampai saat ini saya belum menerima surat keputusan dan edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan “KEMENDIKBUD” mengenai proses belajar mengajar secara langsung karena Pekanbaru ini masih masuk zona merah.jadi selama belum turunnya surat edaran resmi dari “Kemendikbud” maka proses belajar mengajar dilakukan secara dalam jaringan ( daring ).Sekolah pun yang ada dipekanbaru ini dibuka secara bertahap pertama sekolah SMK/SMU kemudian SMP Sederajat dan diikuti Sekolah Dasar tergantung surat dari Kemendikbud.
Diakhir kata saya menyampaikan “kepada orangtua yang anaknya belum dapat diterima di SMP Negeri dipersilahkan untuk mendaftar kesekolah swasta supaya pendidikan anak anak kita berlanjut dan harapan saya semoga masalah pandemi ini cepat berakhir.singkatnya. (JN)








