Gara-gara Tidak Kerjakan PR, Subhan Tidak Mau Sekolah Lagi

oleh -185 Dilihat
oleh

Kab Bandung | Kontroversinews.- Gara-gara tidak mengerjakan pekerjaan rumah, M Subhan Sabarudin (9) sampai tidak mau sekolah lagi. Siswa kelas 3A SD Negeri Cibogor I Soreang Desa Pamekaran Kecamatan Soreang itu merasa trauma karena mendapat perlakuan kekerasan dari guru yang sekaligus wali kelasnya bernama Lusi Suprihatin , yang menjewer kuping Subhan hingga berdarah pada Rabu (24/10/18).

Ibu korban, Ny Eli ( 42) mengungkapkan akibat perbuatan oknum guru teresbut, ia harus membawa anaknya berobat ke klinik. Eli mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum guru dan mengadukan ke UPTD Soreang Dinas Pendidikan.

“Saya tidak terima anak saya mendapat perlakukan kekerasan dari gurunya sampai dia tidak mau sekolah lagi. Lebih baik Subhan mesantren saja,” ungkap Eli sambil menangis, Kamis, (25/10/18)

Eli mengaku pihak sekolah sudah membujuknya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. “Kata pihak sekolah, yang penting anaknya mau sekolah lagi,” ungkap Eli.

Kepala UPT TK SD dan non formal Kecamatan Soreang H Dedi Kusnadi mengatakan pihaknya merespon kasus kekerasan terhadap siswa dan memusyawarahkan dengan pihak keluarga korban.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya saat gencar program Sekolah Ramah Anak ini tidak lagi terjadi kekerasan oleh guru terhadap siswanya,” kata H. Dedi.

Pihaknya menyarankan kepada siswa yang bersangkutan untuk istirahat dulu karena sakit yang dideritanya. Kepada guru yang bersangkutan pihaknya akan memberikan pembinaan oleh semua pihak yang berkepentingan agar tidak lagi terjadi kasus kekerasan terhadap murid.

Kepala SDN Cibogor I Soreang, Suryani SPD mengaku pihaknya baru mengetahui kejadian ini dari UPTD Disdik Soreang.¬†“Guru tersebut baru satu tahun mengajar di sekolah kami. Kemudian dia juga baru masuk lagi mengajar dari cuti melahirkan, tapi anak yang dilahirkannya meninggal,” jelas Suryani.

Menanggapi kasus ini Bupati Bandung Dadanng M Naser menyayangkan masih terjadi kekerasan terhadap siswa oleh gurunya di sekolah.

“Saya larang, guru-guru untuk memberikan PR kalau hari libur sekolah. Guru juga harus bijak kalau memberikan PR ke siswanya,” tandas bupati.

Dadang mengatakan akan mengecek kejadian ini ke Disdik Kab Bandung dan pelaku kekerasan akan mendapat sanksi sesuai perbuatannya.(Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *