Eyang Memet Apresiasi Program RHL

oleh -256 Dilihat
oleh

Kab Bandung |Kontroversinews.- Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Kabupaten Bandung dan Jawa Barat siap mendampingi para pemangku kepentingan, untuk melakukan krocek lapangan ke semua titik lokasi pelaksanaan program Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL) tahun 2017.

Hal itu dikatakan Dewan Pembina PKSM Nasional Eyang Memet menurutnya pihaknya sangat mengapresiasi program RHL yang dilakukan di wilayah Jabar khususnya wilayah kabupaten Bandung karena program tersebut merupakan kepedulian pemerintah terkait kerusakan hutan dan lahan.

“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi program RHL yang diluncurkan pemerintah melalui Perhutani dan BPDas Citarum, untuk pembuktiaan secara pisik tinggal terjun ke lokasi secara langsung,” kata Eyang Memet kepada wartawan di soreang kemarin, (17/7)

Menurutnya, setelah menerima laporan dari ketua PKSM kabupaten Bandung perihal gagalnya program RHL tahun 2017. Dirinya langsung melakukan kroscek ke lokasi, yang menjadi titik pelaksanaan program.

“Hasil kroscek dilokasi petak 61, 63 wilayah perhutani kecamatan kertasari, banyak pohon yang tidak tumbuh,” tegasnya

Menanggapi Pernyataan Kepala Pemangku Kehutanan Perhutani Bandung Selatan Asep Surahman, hasil evaluasi tim independen yang mengatakan keberhasilan RHL mencapai 97 persen. pihaknya meminta kepada semua untuk berpikir positif dan melakukan kroscek dilokasi sehingga pernyataan ketua PKSM Kabupaten Bandung tidak terkesan tudingan.

“Mari bersama sama melakukan kroscek, sehingga tidak memunculkan problem. Kalau keberhasilan tanam, saya yakin mencapai 97 persen. Tapi keberhasilan tumbuh, paling sekitar 40 persen,” Tuturnya

Eyang Memet menambahkan, program RHL merupakan salah satu program kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan untuk melakukan perbaikan hutan dan lahan yang akan dilakukan secara bertahap. Untuk mendorong suksesnya program tersebut, semua steakholder harus terlibat.

“Pihak pelaksana harus melibatkan masyarakat sekitar, sehingga program itu akan berjalan. Karena berbicara lingkungan diperlukan pergerakan dari semua pihak,” tegasnya

Dewan Pembina PKSM Nasional Eyang Memet  saat melakukan kroscek dilokasi petak 61, 63 wilayah perhutani kecamatan kertasari, banyak pohon yang tidak tumbuh.
Dewan Pembina PKSM Nasional Eyang Memet saat melakukan kroscek dilokasi petak 61, 63 wilayah perhutani kecamatan kertasari, banyak pohon yang tidak tumbuh.

Hal yang sama dikatakan ketua PKSM Kabupaten Bandung Ahmad Sudirman, kalau pernyataan saya dianggap tudingan mari kita buktikan dengan kroscek langsung ke lokasi.

“Supaya profesional, mari kita lakukan pengecekan ke titik lokasi secara bersama sama,” tegasnya

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pihaknya bersama beberapa penggiat lingkungan dan perwakilan lembaga masyarakat dan ormas yang peduli lingkungan dalam waktu dekat akan melakukan auden dengan pejabat Gubernur untuk mensampaikan hasil kajian supaya menjadi bahan evaluasi.

“Untuk terciptanya ketransparan program RHL, kami akan melakukan auden dengan Bapak Gubernur. Agar temuan kami menjadi bahan kajian, untuk suksesnya program RHL tahun 2018,” katanya. ( Lily Setiadarma) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *