E KTP warga Kabupaten Bandung Sudah Kembali Bisa Dicetak di Kantor Kecamatan

oleh -3 views
Ruang pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung, Foto dokumen – Lee

KAB.BANDUNG Kontroversinews.com – Pencetakkan E-KTP bagi warga Kabupaten Bandung sudah kembali  bisa dilakukan di kantor kecamatan. Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung memastikan ketersediaan blanko hingga tinta sudah siap.
Kabid Dafduk Disdukcapil Kabupaten Bandung, H. Asep Hendia mengatakan pengadaan blanko E-KTP itu sesuai dengan permohonan, kesiapan pencetakan dan kemampuan cetak. Pada tahun 2021, penggunaan blanko E-KTP di Kabupaten Bandung mencapai 600 ribuan.

Kata Asep, pada tahun 2021 pengadaan blanko E-KTP memang agak tersendat. Namun untuk tahun 2022 ini, setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung sudah mulai bisa melayani pencetakan E-KTP. Ketersediaan blanko E-KTP di kecamatan tentunya akan berbeda-beda. Kata Asep, ada yang tersedia puluhan hingga ratusan blanko.
“Di Kecamatan blanko, tinta, alat sudah siap, semua sudah normal tinggal pemohon saja menyampaikan ke kecamatan masing-masing,” ujar Asep saat dihubungi via telepon, Kamis (6/1).
Pada tahun 2022, pihaknya menargetkan 99,5 persen dari jumlah penduduk wajib KTP sekitar 2,4 juta itu sudah memiliki dokumen kependudukan. Asep menuturkan, saat ini baru tercapai 99,4 persen.
“Mudah-mudahan tidak ada kekosongan untuk tahun ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bandung sendiri sudah menyiapkan sejumlah inovasi dalam rangka memberikan pelayanan penerbitan dokumen kependudukan seperti KTP. Diantaranya, papar Asep, yaitu di kantor kecamatan, di kantor Disdukcapil Kabupaten Bandung, di Mall Pelayanan Publik (MPP), melalui Mesin Anjungan Disdukcapil Mandiri (ADM), atau pelayanan mobil keliling. Termasuk pelayanan untuk lansia dan disabilitas yang bisa dilakukan dengan cara jemput bola, asal pemohon menyampaikan data-data yang dibutuhkan.
“Untuk pencetakan bisa dilaksanakan di desa yang ada mesin ADM, tetapi tetap harus mengajukan dulu, menyampaikan data lalu mengajukan PIN dan QR Code. Sudah ada desa yang mulai menggunakan mesin ADM di Desa Ciaro Nagreg,” tutur Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *