Sedikit Tentang Megasari Dinding kaldera Sisa Letusan Gunung Ijen Purba di Bondowoso

- Pewarta

Sabtu, 20 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bondowoso (Kontroversinews.com) – Sebagai site olahraga paralayang, Megasari di Bondowoso mungkin sudah jamak yang tahu. Tapi sebagai dinding kaldera, belum banyak orang yang tahu.

Melansir dari Detikcom, Megasari merupakan julukan atau nama sebuah tempat yang terletak di dataran tinggi Ijen. Tepatnya di Kecamatan Ijen, Bondowoso. Megasari memiliki ketinggian 1.598 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Tempat ini terletak di ketinggian sebuah tubir lembah menganga yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter. Kemiringan bibir jurangnya cukup terjal, sekitar 60-70 derajat.

Itulah sebabnya bagi para pegiat olahraga dirgantara lokasi ini dinilai sangat representatif untuk take off paralayang dan gantole. Buktinya, di tempat ini sudah beberapa kali digelar kejuaraan paralayang berskala nasional maupun internasional.

Sejumlah fasilitas pendukung juga sudah mulai dibangun pemerintah setempat. Diantaranya musala, gazebo, gardu pandang, serta fasilitas lainnya. Termasuk jalan menuju lokasi yang sudah mulus.

Berada di lokasi ini, pengunjung seolah dibawa terbang. Sebab, sejauh mata memandang ke bawah tampak hamparan ribuan hektar kebun kopi. Sementara persis di depan atau timur adalah gunung Ijen, dan sebelah kanan atau selatan tampak gunung Raung dan Suket.

Pada kondisi tertentu, tampak awan putih berjalan menggumpal di bagian depan dan bawah. Sehingga kita seolah berada di atas awan. Juga kabut dan hawa sejuk merasuk.

Dari sejumlah referensi ilmiah, Megasari merupakan dinding kaldera gunung Ijen Purba yang diperkirakan meletus sekitar 70.000 tahun lampau. Akibat letusan dahsyat tersebut kemudian terbentuklah Kaldera.

Adapun Kaldera sisa letusan gunung Ijen Purba tersebut memiliki luas sekitar 220 km persegi dengan diameter mencapai 15-20 kilometer. Bekas kaldera tersebut saat ini menjadi wilayah Kecamatan Ijen, kawasan Perhutani, dan Cagar Alam Ijen.***AS

Berita Terkait

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM
Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo
Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi
Mad Sutisna Kembali Daftar Sebagai Calon Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Siap Tuntaskan Program Yang Belum Rampung
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dapat Penghargaan Platinum Dari WSO Angels Award Dalam Penanganan Penyakit Stroke
Gatut Susanta Kembali Berkarya Dan Terbitkan Buku Di Yogyakarta, Kali Ini Bertema Pesona Tombak yang Melegenda

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:53

Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:52

Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:28

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:16

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi

Berita Terbaru