Di Duga Hindari Pantauan Media, Penjualan LKS Dialihkan ke Toko Buku X

- Pewarta

Selasa, 10 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon | Kontroversinews.- Meski sudah ada larangan bagi sekolah untuk menjual Lembar Kerja Siswa (LKS). Tapi ternyata masih ada saja sekolah yang bandel dan tetap menjualnya meski terkesan kucing-kucingan. Hal itu terjadi di SMAN 4 Kota Cirebon.
Menurut pengakuan salah satu orangtua wali siswa ( yang dirahasiakan identitas) yang anaknya bersekolah di SMA 4 Kota Cirebon. Awalnya anaknya datang ke koperasi untuk membeli beberapa buku LKS sesuai dengan mata pelajaran yang dibutuhkan tapi koperasi tidak menjualnya lagi. Tapi belakangan, diperoleh informasi bahwa penjualan buku LKS sudah dialihkan dari koperasi sekolah ke sebuah toko buku di bilangan jalan Perjuangan Kota Cirebon, yang berjarak tidak jauh dari sekolah.
Kuat dugaan pengalihan lokasi penjualan LKS dari koperasi sekolah ke toko buku itu untuk menghindari pantauan media dan atau pengawasan dari pihak Dinas Pendidikan. Hal itu disebabkan karena memang sudah ada larangan bagi pihak sekolah menjual LKS kepada peserta didik (siswa).
Berdasar data yang dihimpun oleh awak media buku LKS yang dijual antara lain untuk mata pelajaran Bahasa Indinesia, Bahasa Inggris, Penjas, Agama, PKN, Ekonomi, Prakarya, Sejarah Indonesia, Seni Budaya, Fisika, Kimia dan Biologi. “Ini memberatkan orangtua siswa, karena LKS itu hanya untuk semester ganjil saja, berarti semester genap nanti harus beli lagi,” tuturnya.
Sementara itu Plt Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Cirebon Drs. Dodi Rosnaedi, MM ketika dikonfirmasi via telepon selularnya tidak menanggapi begitupun melalui layanan whatsapp tidak direspon. Kiranya KCD wilayah X dalam hal ini kasi. Pengawasan dapat menindaklanjuti terkait dugaan penjualan LKS yang dilakukan oleh pihak penerbit pada pihak SMAN 4, yang menjadi ajang cari keuntungan dari bagi hasil Rabat LKS tersebut. Yang saat ini sudah di alihkan di luar koperasi sekolah ke toko buku.
Dalam hal ini kementrian pendidikan melalui direktorat pembinaan sekolah menengah atas agar terjun ke daerah untuk memantau kinerja sekolah menengah atas khususnya di kota cirebon, terkait dengan penjualan LKS yang marak saat ini. Dan memberikan sangsi tegas agar sekolah tidak dijadikan ajang bisnis kedepannya.(rio/d.setiawan )

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru