SOREANG | Kontroversinews – Anggota Komisi X, Dede Yusuf melakukan peninjauan terhadap Stadion Si Jalak Harupat yang berada di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (9/1). Ia mengecek dan meninjau kawasan stadion dalam rangka diusulkannya Si Jalak Harupat sebagai venue piala dunia umur 2020 yang akan digelar pada 2021 mendatang.
Dede Yusuf mengungkapkan stadion Si Jalak Harupat diusulkan menjadi salah satu venue piala dunia umur 20 pada 2021 mendatang dari enam stadion yang diusulkan. Oleh karena itu ia mengaku meninjau dan melihat kondisi stadion tersebut.
“PSSI dan FIFA ditunjuk untuk melakukan assesment, Jalak Harupat termasuk salah satu yang dibutuhkan (venue piala dunia u20) dan pak bupati juga menginginkan stadion ini bisa menjadi salah satunya,” ujarnya di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (9/1).
Usai melakukan peninjauan, ia mengungkapkan kondisi stadion relatif sudah banyak mengalami perbaikan terlebih beberapa waktu lalu dipakai sebagai venue Asean Games. Namun menurutnya untuk pelaksanaan piala dunia u20 harus lebih diperbaiki.
“Untuk level piala dunia memang harus butuh perbaikan lebih lagi terutama masalah rumput, lingkungan termasuk akses dan sarana prasarana dan kemudian ya tentunya kepada publik itu sendiri,” katanya.
Dede mengatakan anggaran perbaikan stadion menggunakan dana APBD diperkirakan tidak bisa memenuhi yang diperlukan. Oleh karena itu diperlukan dukungan dana dari APBN namun saat ini masih menunggu keputusan FIFA dan PSSI apakah stadion diputuskan digunakan sebagai venue piala dunia umur 20.
“Kalau dia masuk menjadi venue yang dipilih maka kewajiban kita memperjuangkan baik dana pendamping dari APBD maupun dana dari APBN,” katanya.
Ia menambahkan, jika Stadion Si Jalak Harupat menjadi venue Piala dunia u20 maka permasalahan lainnya adalah apakah Persib Bandung tetap bermain di Jalak Harupat. Menurutnya, berdasarkan aturan FIFA maka jika menjadi venue piala dunia maka tidak boleh digunakan satu tahun terakhir.
“Kalau saya melihat ini sudah 80 persen, siap tetapi kalau dibandingkan dengan stadion PakanSari dan Patriot memang perlu ada perbaikan karena dari kapasitasnya pun masih kurang.
Jdi Jalak Harupat ini bagian dari stadion legenda yang harus dipelihara agar tidak ketinggalan dari stadion lainnya,” ungkapnya.
Dede mengatakan jika Stadion Si Jalak Harupat layak menjadi venue Piala Dunia umur 20 maka harus ditata, diperbaiki dan rehab hingga menjadi layak. Ia mengatakan diperkirakan dalam waktu dekat keputusan terkait stadion yang akan dipakai dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Dr.H. Marlan Nirsayamsu ,mengatakan Stadion Si Jalak Harupat sempat masuk 10 besar yang ditunjuk untuk venue piala dunia u20. Kemudian selanjutnya dari 10 tersebut akan mengerucut menjadi enam stadion yang pasti akan digunakan untuk piala dunia tersebut.
“Kita ditunjuk untuk 10 stadiom yang dipilih pusat dan menjadi enam stadion. Kita masuk yang 10 itu dan yang enam belum,” katanya.
Menurutnya, secara umum jika ditunjuk menjadi venue maka 85 persen sudah siap namun beberapa perlu perbaikan seperti joging track. (Lily Setiadarma)








