Dana BOS Pembelian Buku di SMKN 2 Ciamis Diduga Salah Prosedur

oleh -158 Dilihat
oleh

Ciamis | Kontroversinews.-Pada hari Kamis  Jumat, 4/4/2019 tidak seperti biasanya kepala sekolah yang satu ini  biasa  sikap ramah dan santun yang dikedepankan, kini membalik seratus derajat .bahkan menjadi keheranan heranan bagi para awak media yang sudah biasa dan mengenal dirinya dengan akrab. Itulah sikap Kepala Sekolah SMKN 2 Ciamis Kab.Ciamis provinsi Jawabarat, Asep Agus yang sekarang ini di duga kuat alergi terhadap wartawan.

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara,dan gambar. Ternyata menjalar perlakuan yang sangat tidak mencerminkan seorang pendidik di lingkungan sekolah. Kenyataan itu dialami oleh media lokal Ciamis dan Sk Buser bhayangkara, yang baru saja menemui kepala sekolah yang bernama Asep Agus yang kebetulan dirinya sedang duduk santai mendadak beringah melihat kedatangan awak media bahkan dengan sigap setelah awak media mengatakan salam langsung dirinya mengatakan “udah udah keluar punten nih bukan kita ngusir tapi kita lagi sibuk  mau ada acara ,akunya sambil mendorong dorong rekan media keluar dari ruangannya.spontan beberapa awak media yang mau kordinasi dan melaksanakan peliputan kesana terperangah melihat tingkah laku kepala sekolah bahkan meski sudah mengatakan keberadaan identitas kita dari mana dirinya malahan moto moto awak media dan memotong mobil yang di pake awak media dengan bahasa udah saya juga banyak media yang kenal .” Umpatnya dengan sinis.

Tanpa basa basi lagi dan takut berkepanjangan rekan media pun pulang dengan bertanya tanya ada apa sebenarnya dengan sikap kepala sekolah Asep yang tidak bersahabat.padahal kita masuk sekolah tersebut pun jarang belum tentu setahun sekali pun tetapi memang tau bahwa sipat dan sikap dia baik tetapi kenapa kali ini tempramen dan terkesan alergi wartawan.

Kedatangan awak media kesana memang tadinya mau minta tanggapan tentang pembelian buku di tahun 2018 yang mencapai 500 juta lebih baik buat pembelian buku Mapel sama literasi perpustakaan yang diduga kuat telah keluar dari aturan.namun masalah itu belum disampaikan kepada kepala sekolah karena keburu sikap tempramen yang dikedepankan.Selidik demi selidik kabarnya memang transparansi  dana bos disekolah tersebut sempat diperbincangkan di interen sekolah karena dianggap kurang transparan,

Menurut Dhian salah satu aktivis dari anggota lembaga pemantau korupsi, memberikan komentarnya,”Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. Seharusnya Asep Agus selaku kepala sekolah bisa menerima pihak Wartawan dan menanyakan kedatangannya apalagi awak media  membutuhkan informasi yang jelas dan akurat buat penyeimbang berita, jangan sampai berita tidak seimbang dan sepihak.

Sikap kepala sekolah melakukan pemotoan beberapa kali ke Pada awak media itu pertanda atau gelagat yang tidak baik dan tidak usah ditiru karena hal itu nantinya hanya akan mencederai sekolah itu sendiri. Sikap seperti itu bisa saja wartawannya melaporkan ke pihak yang berwajib terkait pemotoannya karena itu tanpa seijin dan hak privasi seseorang, lain hal dengan awak media yang memiliki kewenangan dan aturan UU Pers no 40 the 1999 tentang pers yang boleh melakukan pemotoan sesuai dengan kode etik jurnalistik dan etika kesopanan pun lebih bagus kalau ditonjolkan minimalnya permisi. Pers adalah mitra kerja segaligus kontrol sosial dan peran mengawasi pelaksanaan kegiatan penyelenggara negara, menggali informasi untuk kepentingan publik. Seharusnya sebagai kepala sekolah jangan alergi atau menghindar terhadap Pers ataupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dirinya (kepala sekolah ) harus teruji dan harus transparan dalam berbagai hal sejalan dengan amanahnya serta terbuka dalam memberikan informasi. Apalagi kita yakin selaku kepala sekolah SMKN 2 Ciamis jelas sudah Teruji dan ASN dibayar oleh uang negara berasal dari rakyatnya untuk melayani rakyat, tutur Dhian st ke awak media ini. (rud/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *