Dalihan Na Tolu Bagian dari Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Orang Batak.

- Pewarta

Rabu, 20 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir | kontroversinews.- Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Forum Bangso Batak Indonesia, Kamis, 28 September 2017 dengan tema Revitalisasi Pancasila di Tanah Batak, Dr. Merphin Panjaitan mengemukakan bahwa Dalihan Na Tolu bagian dari penerapan Pancasila.

Dalam kekerabatan Batak, tanpa harus dijelaskan, sudah tau posisi masing-masing. Berbeda dengan sistem kepanitiaan di Amerika Serikat, misalnya,  dimana harus dijelaskan dulu tugas masing-masing dalam kepanitiaan tersebut. Bagi orang Batak, baik pejabat tinggi/negara atau tukang tambal ban, masing-masing tunduk pada dalihan na tolu tanpa perintah lagi. Walaupun pangkatnya Kolonel atau petinggi lainnya, bila posisinya di pihak boru, sudah otomatis sebagai parhobas (melayani). Walaupun pekerjaan orang Batak sebagai tukang tambal ban, bila dia di posisi hula-hula, kolonel atau jenderal pun harus jadi parhobas untuk pesta si tukang tambal ban.

Itulah persaudaraan dan kebersamaan orang Batak. Mereka pada posisi masing-masing dan harus dihargai. Pembagian tugas tidak perlu diatur lagi. Jauh sebelum Indonesia merdeka peradaban gotong-royong sudah ada di Tanah Batak dan suku-suku lainnya di Nusantara. Dan dari peradaban suku-suku bangsa inilah digali Pancasila.

Pada peradaban gotong-royong ada rasa persaudaraan.  Kerjasama sukarela dalam kesetaraan dan kesetiaan dalam semangat kebersamaan dan saling bantu-membantu.

Yang menarik juga, masukan dari Djalan Sihombing, bila sistem kekerabatan itu digunakan dalam manajemen pemerintahan daerah di Tanah Batak. Bupati sebagai pihak boru (parhobas-pelayan), DPRD sebagai dongan tubu bupati (partner bupati) dan masyarakat sebagai hula-hula (yang harus dilayani). Yang terjadi sekarang, bupati menganggap dirinya penguasa yang tugasnya hanya memerintah dan ingin dilayani.

Sebagai pembicara pada FGD tersebut  antara lain Danny P.H Siagian, S.E., M.M. (Akademisi/Dewan Pakar FBBI),
Dr (C) Liber Simbolon, M.Kom (Akademisi).  Penanggap,
Dr. Ronsen Pasaribu, MM dan DR. Merphin Panjaitan dengan moderator
Mutiara Marbun, S.H.(ps)

Berita Terkait

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM
Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo
Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi
Mad Sutisna Kembali Daftar Sebagai Calon Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Siap Tuntaskan Program Yang Belum Rampung
RSD Gunung Jati Kota Cirebon Dapat Penghargaan Platinum Dari WSO Angels Award Dalam Penanganan Penyakit Stroke
Gatut Susanta Kembali Berkarya Dan Terbitkan Buku Di Yogyakarta, Kali Ini Bertema Pesona Tombak yang Melegenda

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:52

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:53

Puskesmas Brebes Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan Dr Heru Padmonobo

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:52

Sentuh Lansia dan Disabilitas, Bupati Brebes Hadirkan Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Desa

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:28

Ditjen Bina Keuda Kemendagri Satukan Persepsi Keuangan Daerah Lewat Rakornas

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:16

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Cirebon Dukung MBG untuk Pemenuhan Gizi dan Perputaran Ekonomi

Berita Terbaru