Cegah Longsor, Pemkab Bandung Gunakan Metoda Polimerisasi dan Vertiver

oleh -3 views

SOREANG || Kontroversinews –  Dalam mengatasi tanah longsor, Pemerintah Kabupaten Bandung telah melakukan uji coba melalui program polymerisasi dan penanaman vertiver (akar wangi) di sejumlah titik potensi longsor.


“Program polimerisasi ini sudah diuji coba di Desa Cibodas Pasirjambu dan Ibun. Ini salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi tanah longsor,” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, H.  Ahmad Johara, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, Hendra Hidayat, di Soreang, Kabupaten Bandung,  Jumat (23/10/2020).
Melalui cairan polimer ini, kata H. Akhmad Johara,  tujuannya untuk pengerasan tanah tebing dan penguatan melalui penanaman tumbuhan vertiver agar meminimalisir bencana tanah longsor.
Kabupaten Bandung sendiri, ujar dia, terdapat 24 Kecamatan titik daerah potensi rawan longsor dan dan 9 kecamatan yang rawan bencana banjir


“Untuk pemasangan polymer ini dilakukan di titik potensi longsor dan masyarakat atau pihak desa bisa monitoring daerah rawan longsor dan bisa koordinasi ke BPBD,” katanya.


Sebelumnya, Akhmad Johara sempat menyampaikan, Pemkab Bandung akan mengembangkan model pengerasan tanah yang berpotensi longsor atau yang sudah longsor dengan “epertak polimer”. Cairan yang bisa meperkeras tanah untuk menahan potensi longsor, terutama tebing-tebing di pinggir jalan, tebing yang mengancam rumah warga.


“Itu akan kita assessment, sehingga mendapatkan titik yang cukup aman untuk penyemprotan polimer dalam rangka melindungi warga, terutama yang terancam longsor,” katanya. 


Uji coba program polymerisasi ini, kata Akhmad Johara, sudah dilakukan satu tahun yang lalu di Pangalengan. “Hasilnya cukup bagus dan bisa bertahan sampai saat ini dan launching ini sebelumnya di ujicoba dulu,” kata H. Akhmad


Sementara itu, Bupati Bandung H. Dadang M Naser mengatakan bila teknologi ini membantu memperkeras struktur tanah menjadi lebih cadas (kuat) sehingga bisa meminimalisir resiko longsor.”Pengaplikasian teknologi polimer ini mulai dilakukan oleh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung,”

Masih kata H. Dadang , teknologi ini akan diupayakan di daerah-daerah rawan longsor memasuki musim kemarau dan seperti sekarang sebagai upaya penanganan kebencanaan.Sehingga saat memasuki musim hujan lahan-lahan kritis (rawan longsor) diharap sudah mengeras,” pungkat Dadang ( Lily Setiadarma )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *