CIREBON, (Kontroversinews), – Kenakalan remaja menjadi salah satu masalah yang harus ditangani dengan serius, karena usia remaja merupakan masa bagi seseorang untuk mencari jati diri dan mudah terpengaruh dengan dinamika, untuk itu peran serta para orang tua dan lingkungan yang sangat berpengaruh dalam membentuk pribadi yang baik. Selain itu, bahaya peredaran Narkoba di kalangan anak-anak dan remaja pun kian marak dan cukup menjadi momok yang menakutkan bagi para orangtua serta lingkungan sekitar.
Dalam rangka mencegah hal tersebut terjadi dan menekan angka kenakalan remaja, maka Polresta Cirebon menggalakkan program sosialisasi dan edukasi kepada para siswa-siswi melalui Kapolsek setempat. Seperti hal nya yang dilakukan oleh Kapolsek Pangenan, AKP SUKENDRI, pada pagi hari menjelang siang ini, beliau menyambangi sekolah SMPN 2 Pangenan dengan tujuan memberikan edukasi serta sosialisasi tentang kenakalan remaja dan bahaya penggunaan narkotika.
Kegiatan ini berlangsung cukup aktif, sebab para siswa-siswi bahkan guru pun satu sama lain ikut dalam berbincang atau bertanya secara aktif. Kegiatan ini sebagai wujud pencegahan terkait dampak penyalahgunaan narkoba dan atau salah melangkah dalam pergaulan. Dalam kegiatan edukasi interaktif tersebut, AKP Sukendri di dampingi oleh AIPTU NONO S selaku Bhabinkamtibmas dan AIPDA IMAMA.J selaku Kanit Provos. Situasi selama kegiatan sangat aman dan kondusif, terlebih para siswa terlihat antusias dalam kegiatan tersebut
Kapolsek Pangenan AKP SUKENDRI mengatakan, materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis narkotika, peraturan yang mengatur tentang narkotika, serta dampak negatif penggunaan narkotika dan media sosial.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa dan siswi dapat memahami bahaya yang mengancam dari kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika, sehingga dapat menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif tersebut,” kata AKP Sukendri saat di wawancara di SMPN 2 Pangenan seusai acara, Kamis 30 mei 2024.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan menunjukkan pemahaman yang lebih baik dari para dewan guru, wali murid, dan siswa/siswi tentang bahaya kenakalan remaja yang dapat berdampak negatif di lingkungan sekolah.
Laporan : mila








