SOREANG | Kontroversinews – Bupati Bandung, H.Dadang M Naser mengklaim jika minat baca masyarakat Kabupaten Bandung setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kebiasaan membaca masyarakat disebabkan sosialisasi literasi terus digenjot hingga ke tingkat desa.
“Alhamdulillah dari tahun ke tahun minat bacanya meningkat. Program literasi terus kami sosialisasikan sampai ke desa-desa,” kata bupati di Festival Literasi Tingkat Kabupaten Bandung di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Selasa ( 26/11/ 2019).
Menurut dia, selain program literasi yang terus digencarkan dengan acuan kebijakan bupati, meningkatnya minat baca masyarakat juga karena hadirnya Kader Literasi dan Bunda Literasi.

Terlebih, ujar Dadang, banyak desa di Kabupaten Bandung yang sudah memiliki perpusatakan bagi masyarakat desa. Hal itu juga turut ditunjang dengan adanya perpustakaan keliling dari Pemkab Bandung.
“Pemkab Bandung serius dengan permasalahan literasi. Makanya, kami terus dorong agar masyarakat gemar membaca,” kata dia.
Program literasi yang dicanangkan Pemkab Bandung sejak awak mula Dadang M Naser menjabat sebagai bupati, setidaknya sudah memiliki prestasi. Pada tahun 2017, Pemkab Bandung menyabet juara nasional perpustakaan tingkat desa.
Meski demikian, Dadang tak menampik jika masih banyak desa yang belum berupaya membangun perpustakaan guna menambah pengetahuan masyarakat desanya.
“Betul, masih ada desa yang belum ada perpustakaannya. Ini juga tergantung inovasi kepala desanya. Tapi kami terus lakukan sosialisasi,” katanya.
Dadang menilai jika literasi merupakan salah satu bagian terpenting yang harus dijadikan kebutuhan manusia. Dengan literasi, manusia akan memiliki inovasi.
“Literasi kaitannya dengan inovasi. Kalau orang berionvasi maka tentu orang itu berliterasi. Tentu saja berdampak dengan kemampuan seseorang. Semakin berliterasi, maka seseorang semakin berinovasi,” ucap dia.
Dadang menyebut, di era teknologi yang serba digital, masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai referensi literasi. Kendati demikian, ia berpesan agar masyarakat Kabupaten Bandung untuk berhati-hati memilih sumber bacaan.
“Teknologi ada manfaat positifnya. Ini juga salah satu bentuk perubahan pencarian literasi. Tapi tetap harus waspada. Hindari tulisan yang mengandung unsur hoaks,” kata dia.
Bupati berharap masyarakat Kabupaten Bandung terus meningkatkan kecerdasan melalui memperbanyak literasi. Sebab, seperti diketahui Indonesia masih menyandang predikat jika minat membaca masyarakatnya masih kurang. Ia mewajibkan masyarakat Kabupaten Bandung meningkatkan ilmu pengetahuannya.
“Maka dari itu mari kita tingkatkan kebiasaan membaca. Literasi adalah alat mencari lengetahuan. Dan ingat, mencari ilmu itu wajib hukumnya mukai dari lahir sampai masuk liang lahat,” kata dia. (Lily Setiadarma)








