Biasanya Ditunggangi Mafia, Akibatnya Penyelesaian Masalah Tanah Acapkali Berujung Konflik

- Pewarta

Selasa, 9 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Pengendalian dan Penanganan Sengketa Tanah Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, M. Yusuf, SH, MH, saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi pencegahan Sengketa Tanah Konflik dan Perkara Pertanahan, di Grend Sunshine Hotel – Soreang, Selasa (9/11) — Foto: Lee

Kabid Pengendalian dan Penanganan Sengketa Tanah Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, M. Yusuf, SH, MH, saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi pencegahan Sengketa Tanah Konflik dan Perkara Pertanahan, di Grend Sunshine Hotel – Soreang, Selasa (9/11) — Foto: Lee

KAB. BANDUNG Kontroversinews.com – Kepala Bidang (Kabid)  Pengendalian dan Penanganan Sengketa Tanah Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, M. Yusuf, SH, MH, menyebutkan,  dalam menangani masalah sengketa tanah acapkali berujung menjadi konflik dan tidak mustahil ditunggangi mafia atau oleh segelintir orang atas dasar kepentingan.

“Sehingga sulit untuk ditangani karena menjadi sulit,” ujar Yusup  dalam  Sosialisasi pencegahan Sengketa Tanah Konflik dan Perkara Pertanahan, di Grend Sunshine – Soreang, Selasa (9/11)
Apalagi, lanjut Yusup , menyangkut masalah hutan, memastikan akan berorientasi kepada kepentingan.
Dampak konflik tanah, menurut dia, sangat luar biasa dan bisa mempengaruhi nilai ekonomi tanah.

Padahal, lanjut dia, seharusnya tanah itu bernilai ekonomi, tapi karena ada konflik berakibat kerugian bagi masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Karena itu, dia meminta peran kepala desa/lurah bisa maksimal untuk mencegah sengketa tanah yang berujung konflik, karena permasalahan sengketa tanah yang sudah menjadi konflik biasanya tidak bisa diselesaikan dengan baik dalam waktu yang singkat.
“Sebab pendataan kepemilikan tanah atau sertifikat itu ada di kepala desa atau lurah,” katanya, seraya mengakui, di wilayah Kabupaten Bandung, pihaknya belum menerima permasalahan. Imbuhnya.

Dia menilai, acara ini penting untuk menerima keluhan-keluhan masyarakat yang berkaitan dengan masalah tanah, sesuai dengan Selogan BPN profesional dan terpercaya.
“Jadi ini merupakan bukti pelayanan langsung yang dilakukan BPN kepada masyarakat,” kata dia.
Nanti, di ahir kegiatan, lanjut dia, akan dilakukan komitmen bersama dalam upaya menanggulangi masalah persengketaan tanah.
“Karena setiap persengketaan tanah itu, di BPN disebutnya konflik yang disebabkan beberapa orang yang melibatkan beberapa lembaga,” katanya.

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru