Baban: Banjir di Halaman Masjid Agung Akibat Jeleknya Drainase

oleh -685 Dilihat
oleh

Rancaekek | Kontroversinews.- Masih buruknya penataan drainase di beberapa lokasi di Kabupaten Bandung, kerap dikeluhkan warga. Cileuncang pun kerap membanjiri ruas jalan yang disebabkan tidak tertampungnya air di dalam saluran drainase yang buruk.

Pantauan dilapangan di Kp. Kaum Desa Bojongloa Kecamata Rancaekek Kabupaten Bandung, akibat saluran drainase yang buruk sepanjang 30 M benteng tembok mesjid besar Rancaekek ambruk.

Camat Rancaekek, H. Baban Banjar mengatakan, beberapa hari lalu benteng masjid agung Rancaekek ambrol akibat terendam banjir

H. Baban menjelaskan, banjir yang merendam halaman dan masjid agung tersebut diakibatkan jeleknya drainase selokan di sepanjang jalan depan masjid agung tersebut.

“Aliran air drainase dipinggir masjid tidak lancar sehingga air merendam masjid dan mengakibatkan robohnya benteng dan pagar hingga kurang lebih 50 meter dengan kerugian materi  kurang lebih mencapai 100 juta rupiah,” jelas H. Baban  saat ditemui di Rancaekek Jumat (25/1/2019).

Menurut H. Baban, sejak beberapa pekan lalu wIlayah Rancaekek diguyur hujan. Karena saluran drainase tidak maksimal, mengakibatkan genangan air selalu terjadi. “Beberapa hari lalu, warga sudah berupaya memperbaiki secara gotong-royong. Tapi belum bisa maksimal,”

“Kami berharap, kepada dinas terkait dalam hal ini PU agar segera memperbaiki drainase di sekitar masjid agung. Karena, kalau dibiarkan dihawatirkan mengganggu aktivitas kegiatan. “Harus segera ada penanganan dari dinas terkait, karena itu sarana umum,” katanya.

Senada dengan Ketua KUA Kecamatan Rancaekek, Asep Fatrurahman, menurutnya kondisi drainase yang jelek membuat saluran air tidak mengalir dengan baik. Sehingga beberapa fasilitas dan sarana masjid mengalami kerusakan, akibat luapan Air dari selokan hingga mencapai 1 meter lebih, dan merobohkan bangunan pagar masjid Raya Rancaekek sepanjang kurang lebih 30 meter.

“Ya kondisi drainase buruk mengakibatkan, 30 meter benteng mesjid ambruk,” jelas Asep.

Lebih lanjut, Asep menuturkan untuk perbaikan benteng sedang dilakukan warga dan pengurus masjid, namun belum maksimal. Tapi untuk perbaikan drainase, dirinya berharap kepada pemerintah melalu dinas terkait agar melakukan perbaikan dan normalisasi drainase di wilayah Rancaekek. “Harus ada perbaikan dan normalisasi saluran, sehingga aliran air bisa mengalir dengan baik,” pungkasnya. (Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *