SOREANG | Kontroversinees – Mengatasi kekeringan di Kab Bandung, PDAM Tirta Raharja menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Raharja, H.Rudie Kusmayadi, mengatakan, turunnya hujan di beberapa daerah utamanya Kabupaten Bandung belum mampu memenuhi kebutuhan air.
“Peralihan dari kemarau ke penghujan, biasanya dari daerah bawah dulu yang hujan kemudian satu atau dua minggu giliran daerah atas yang hujan,” tutur H. Rudie, Senin (28/10).
Sebagai salah satu upaya mengatasi kekurangan supply air, PDAM membuka instalasi air di tiga daerah serta menyediakan 25 tangki air. ”Saya minta masyarakat bersabar dan hemat dalam menggunakan air,” kata H. Rudie.
Ditempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kab Bandung, H. Akhmad Djohara, memberitahukan pada 1 Agustus 2019 sampai 31 Oktober 2019 merupakan siaga darurat kekeringan.
“Kami melaksanakan rapat koordinasi dengan SKPD termasuk PDAM jadi akan terdata siapa yang punya mobil operasional,” ucap H. Akhmad
BPBD siap melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan airnya dengan melaksanakan beberapa prosedur.
“Warga berkoordinasi dengan aparat setempat seperti RT, RW, Kades dan Camat, kemudian melayangkan surat permohonan ke BPBD. Selanjutnya BPBD membuat jadwal, tiga hari kemudian kita supply ke masyarakat,” pungkas Akhmad. (Lily Setiadarma)








