SOREANG | Kontroversinews – Hari pertama operasi Patuh Lodaya yang dilaksanakan Satlantas Polres Bandung, Kamis (29/8), pelanggar lalu lintas yang terjaring razia didominasi oleh pengendara yang tidak memakai helm dan melawan arus. Total sementara sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00 Wib, terdapat 435 pengendara yang melanggar lalu lintas di Kabupaten Bandung.
“Kami diawali dengan melaksanakan patroli hunting dengan kasat mata atau dilihat personel, kurang lebih 435 target sasaran operasi (pelanggar) itu masih banyak,” ujar KBO Lantas Polres Bandung, Iptu Kiki Hartaki saat ditemui di lokasi di Jalan Al-Fathu Soreang, Kamis (29/8).
Ia mengungkapkan, pelanggaran yang ditemukan mayoritas penumpang tidak menggunakan helm dan melawan arus khususnya di Rancaekek. Selain itu, masih banyak pengendara yang nekat menerobos petugas yang tengah melaksanakan operasi Patuh Lodaya.
“Memang hal tersebut (menerobos) fakta terjadi. Pengendara dipastikan tidak mau berhenti itu karena ada pelanggaran. Buktinya saat diperiksa tidak memiliki surat izin mengemudi dan langsung ditilang,” katanya.
Menurutnya, dalam operasi patuh lodaya pihaknya memiliki tujuh sasaran yaitu pengendara yang tidak menggunakan helm SNI. Kemudian tidak menggunakan sabuk pengaman, pengendara yang berada dibawah pengaruh minuman keras (miras).
Selain itu, pengendara yang melebihi batas kecepatan, melawan arus serta memakai rotator. Katanya, pelaksanaan operasi Patuh Lodaya akan dilaksanakan sejak Kamis (29/8 hingga (11/9) mendatang.
“Arahan Korlantas sasaran Patuh Lodaya 2019 ada tujuh sasaran. Hari ini kita mulai operasi patuh Lodaya 2019 sejak 29 Agustus hingga 11 September,” ungkapnya. (Lily Setiadarma)








