Bupati: Kekeringan di Kab Bandung Saat ini Belum Parah

- Pewarta

Jumat, 28 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOREANG | Kontroversinews – Bupati Bandung, Dadang M Naser mengklaim dampak musim kemarau terhadap kekeringan di wilayahnya saat ini belum begitu parah. Meski begitu, ia mengakui keluhan masyarakat seputar kekeringan sudah terpantau ada di media sosial.

“Laporan resmi belum ada, tapi ada keluhan (kekeringan) di media sosial. Terus diback up (dan) belum separah yang dibayangkan,” ujarnya kepada wartawan di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (28/6).

Dirinya mengimbau agar petani memperhatikan pola tanam selama musim kemarau. Hal itu dilakukan agar tidak menyebabkan tanaman mati dan akhirnya mengalami gagal panen. Saat ini, katanya musim kemarau diprediksi terjadi hingga Oktober.

“Pola tanam, tiap saya ke lapangan bawa pohon. Kalau ada lahan ceboran saya kasih, kalau gak ada nanti mati,” ungkapnya.

Dadang mengatakan sejauh ini wilayah yang sudah terdampak kekeringan yaitu di Cikancung. Mereka katanya meminta sumur artesis. Sedangkan di Parungserab, Kutawaringin sudah dibangunkan sumur pantek.

“Belum sampai bergerak mobil tanki. Cikancung sebagian (kekeringan) dan di Kutawaringin, ParungSerab disana ada sumur pantek,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mengungkapkan sebanyak tujuh hektar sawah di wilayah Baleendah yang ditanami padi mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Akibatnya, sawah tersebut terancam gagal panen. Saat ini, pihaknya menerjunkan pompa air pantek di lokasi rawan kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Yayan Agustian, Rabu (26/6). mengungkapkan luas sawah yang terkena dampak kekeringan parah akibat musim kemarau sebanyak 2 hektar. Jumlah tersebut terus bertambah menjadi 7 hektar di lokasi yang sama saat ini.

“Yang terkena parah 2 hektar di Baleendah, Kelurahan Margamekar, itu sudah langganan. Penyebabnya sumber air jauh. Sawah mengalami retak-retak,” katanya. (Lily Setiadarama)

Berita Terkait

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari
Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota
Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027
Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026
Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional
Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat
Kecamatan Dayeuhkolot Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
AKBP Eko Munarianto Resmi Jabat Wakapolresta Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:31

Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare Polda Jabar, Polsek Sindangkerta di Desa Neglasari

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:05

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:04

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32

Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Akselerasi Implementasi SIKN dan JIKN Terintegrasi Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:31

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru