Bocor-Bocor, SMP Damayanti Kekurangan Ruang Kelas

- Pewarta

Selasa, 5 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIMAUNG | Kontroversinews.- Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Damayanti, Arni Maryanti SH di Kampung Babakan Cianjur, RT 01 RW 01, Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung mengungkapkan kekurangan dua ruang kelas. Akibatnya, dari 9 rombongan belajar (rombel), dua rombelnya menumpang belajar di SMA Damayanti.

“Jumlah kelas sekarang baru ada 7 ruang. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meski siswa kelas IX menumpang di SMA Damayanti waktu siang,” ujarnya, Selasa (5/2).

Ia mengungkapkan kondisi tersebut sudah berjalan cukup lama disebabkan kekurangan ruang kelas. Selain itu, dari 7 ruang kelas yang ada, dua ruang kelas diantaranya kondisinya sudah rusak berat dan jika sedang hujan maka sering mengalami bocor.

“Sebagai harapan ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pendidikan,” katanya. Terkait dengan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ia menambahkan, akan bergabung ke SMA.

“Siswa kelas IX yang akan ikut UNBK tahun ini sebanyak 67 siswa,” katanya.

Sementara menurut Ketua Yayasan, Ahmad Harilan SH, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan bantuan ruang kelas dan rehab untuk ruang kelas yang bocor. Namun bantuan tersebut 5 tahun lalu dibagikan. Saat ini kondisinya sudah kembali rusak.

“Kita perbaiki dulu sementara supaya gak bocor dan bisa dipakai dua ruang kelas yang rusak,” katanya.

Dirinya berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bisa memberikan bantuan. Terlebih siswa yang belajar di SMP Darmayanti memang tergolong sekolah berbiaya murah karena lokasinya terletak di pedesaan yang mayoritas orangtua siswa bekerja sebagai buruh tani.

Selain rehab dua ruang kelas, Ahmad mengatakan SMP dengan jumah 276 siswa ini juga membutuhkan 2 ruang kelas baru. “Dikhawatirkan kalau memungut dana dari para siswa bisa jadi membebani. Makanya kami berharap ada bantuan dari Disdik,” pungkas Ahmad. (Lily Setia darma)

Berita Terkait

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital
Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan
Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi
Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah
Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas
Sekdis Disdik Jabar Tegas: Kepala Sekolah Penyimpang Dana BOS Akan Ditindak
Wakil Bupati Hadiri Peresmian PAUD KB Karangkamulyan, Dukung Pendidikan Anak Usia Dini
SPMB SMPN 1 Ciwidey 2025: 460 Siswa Diterima dari Kuota 484 Kursi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30

Wali Kota Sebut DWP Pilar Utama Ketahanan Keluarga di Era Digital

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:50

Sejak Berdiri, Yayasan Pendidikan AMS Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Dinas Pendidikan

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:37

Wakil Wali Kota : Guru Harus Terus Belajar, Mengajar dengan Hati, dan Berani Berinovasi

Senin, 1 Desember 2025 - 18:03

Pembangunan Ruang Kelas Rampung, PKBM ATTA AWUN Apresiasi Program Revitalisasi Pemerintah

Kamis, 13 November 2025 - 19:37

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

Berita Terbaru