LEMBANG | Kontroversinews.com – Sebanyak 130 peserta yang merupakan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta, mengikuti Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah yang diadakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung di Hotel Narima, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, selama dua hari pada 12-14 November 2019.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Maman Sudrajat SPd, MM., melalui Ketua Panitia Kegiatan, yang juga Kasi Kursis SMP Disdik. Dra. Hj. Eulis Yuliawsti M.MPd, menjelaskan, kegiatan yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para kepala sekolah tentang manajerial yang berdasarkan MBS terkait lembaga dan operasionalnya.

“Kalau manajerial secara kompetensi kepala sekolah, itu bagian teknis, kalau bagian kurikulum lebih ke lembaga dan operasionalnya. Dari situ para kami mereview apa yang telah dilakukan kepala sekolah dan pendekatan bagaimana sekolah bisa sejalan dengan program kerja, baik itu visi dan misi Bupati Bandung yang dijabarkan dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM),” ungkap Hj. Eulis kepada Kontroversinews.com, Selasa (12/11/2019).
Nantinya, kata Hj. Eulis, kepala sekolah itu akan diberikan pemahaman bagaimana membuat visi dan misi yang menginduk ke Pemerintah daerah. Melalui konsep classical dan outing class, bagaimana nantinya setiap peserta bisa bekerja sama dan fokus.

“Harus disadari, manajerial tidak bisa kaku pada saat ini. Bagaimana menyenangkan dan fokus. Rata-rata di kita itu dalam pengelolaan manajerial cenderung kaku, sehingga banyak yang bekerja dalam keadaan stres,” katanya.
Dengan konsep pembinaan seperti ini, diharapkan para kepala sekolah bisa menerapkan di sekolahnya masing-masing, melalui pengelolaan manajerial yang menyenangkan. “Jadi bekerja itu ikhlas, ada rasa suka, tidak terpaksa dan tidak tertekan,” ucanya.
Dirinya pun berharap, melalui kegiatan ini para kepala sekolah bisa memahami betul konsep MBS dan bisa menularkan ke gugus yang ada di wilayahnya. “Seperti memfungiskan peran komite, komunikasi dengan masyarakat. Dengan tujuan menciptakan sekolah sebagai ekosistem pendidikan yang unggul sebagaimana visi dan misi Bupati, yaitu maju, mandiri dan berdaya saing,” terangnya. (Lily Setiadarma)








