100 Relawan Damkar Bedas Siaga Dikukuhkan, Bupati : Diharapkan Bisa Mengurangi Angka Kejadian Kebakaran  

Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, saat pengukuhan relawan damkar bedas di halaman Mako Damkar di Soreang, Jumat (24/12)

SOREANG Kontroversinews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mengukuhkan 100 orang Relawan Damkar Bedas Siaga. Dari 270 desa dan 10 kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung, Relawan Damkar Bedas Siaga tersebut baru dibentuk di lima desa. Yaitu Desa Ciitaman Kecamatan Nagreg, Desa Ciapus Kecamatan Banjaran, Desa Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek, Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan dan Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan relawan Damkar tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang terkena musibah kebakaran. Kata Dadang, penyebab kebakaran bukan hanya disebabkan oleh musim saja, tapi juga bisa disebabkan oleh konsleting listrik. Sehingga, masyarakat harus rutin mengecek kondisi instalasi listrik di lingkungannya warganya.

Puluhan Relawan Damkar Bedaa Siaga saat mengikuti upacara pengukuhan di Mako Damkar Kab. Bandung – Soreang , Jumat(24/12).

“Mudah-mudahan dengan sudah terbentuknya relawan pemadam kebakaran Bedas siaga ini, bisa mengurangi angka kebakaran di wilayah Kabupaten Bandung,” kata Dadang kepada wartawan di Mako Damkar Kabupaten Bandung, Soreang, Jumat (24/12).

Dikatakan Dadang, ada beberapa wilayah Kabupaten Bandung yang rawan kebakaran dalam Kertasari, Pacet dan juga daerah Industri seperti Rancaekek dan sekitarnya. Oleh karena itu, jumlah relawan damkar tersebut harus diperbanyak hingga setiap desa di memilikinya.

“Nanti kita bentuk di seluruh desa di Kabupaten Bandung,” tegasnya.
sepertiga
Bupati mengakui jika Kabupaten Bandung memiliki kekurangan sarana kendaraan pemadam kebakaran. Utamanya di daerah yang berbatasan dengan pegunungan seperti Kertasari dan Pacet. Dirinya akan mengarahkan setiap kecamatan di Kabupaten Bandung wajib punya kendaraan pemadam kebakaran.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah menambahkan Relawan Damkar Bedas Siaga itu sebagai sarana awal yang bisa mengedukasi masyarakat tentang kebakaran.

Diketahui, ada dua langkah penanganan kebakaran yaitu langkah pencegahan seperti memeriksa instalasi listrik dan kompor. Kedua adalah pemadaman dan penyelamatan.

“Tadi ada demontrasi ya, menggunakan alat pemadam sederhana itu untuk skala kecil di rumah cukup pakai handuk basah untuk kompor bisa dimatikan, levelnya naik keatas itu pakai APPAR, tingkat besar memang armada kebakaran yang bisa melakukan upaya  pemadaman,” pungkas Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *