Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK, Jangan Sampai Salah Input Data

oleh
Ilustrasi penerimaan CPNS 2021. (AFP)

“Pelamar itu ketika melamar sesuatu harusnya tahu kerjaannya apa, dan pendidikannya sama atau tidak. Jika pendidikannya tidak sama, dan tetap mendaftar ya  tidak apa-apa tapi ada resiko. Nanti instansi berhak menyatakan pendidikan anda tidak sesuai (ditolak),” pungkasnya.

Jumlah pendaftar CPNS 2021 terus bertambah menjadi 1.262.370 pada Jumat, 9 Juli 2021. Instansi pusat seperti Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Perhubungan masih jadi yang paling diburu para pelamar.

Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan jika CPNS 2021 aman dari tindak oknum pelamar fiktif yang kerap memanipulasi data pendaftar.
Sebab sistem seleksi kali ini menerapkan skema blind competition, yang membuat publik tidak dapat mengetahui data jumlah pelamar pada setiap formasi secara real time.

“Setiap pelamar tidak bisa melihat berapa banyak orang yang mendaftar dalam satu formasi. Jadi kemungkinan ada formasi yang banyak pendaftar dan ada yang sedikit atau bahkan tidak ada pendaftarnya,” jelas Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono kepada Liputan6.com, Sabtu (10/7/2021).

Meski BKN kerap meng-update data jumlah pelamar untuk tiap instansi secara real time, Paryono menilai hal tersebut tidak akan mempengaruhi minat pencari kerja untuk mendaftar di CPNS 2021.

“Itu info per instansi tidak per formasi, sehingga hanya sebagai informasi saja, tidak ada hubungannya dengan blind competition,” jelas Paryono.***AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *