Anggota DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi saat photo bersama usai kunjungan kerjanya ke Pemkab Bandung, Kamis (1/10 ).
SOREANG || Kontroversinews – Anggota DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi mengaku heran dengan langkah pemerintah yang memperbolehkan pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 di masa pandemi Covid 19. Namun, pemerintah justru sekolah masih belum dibuka.
Dede Yusuf juga menyeselkan langkah pemerintah yang justru terlihat ‘keukeuh’ menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 yang memungkinkan berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.
“Saya menjadi salah seorang yang mempertanyakan kenapa sekolah ditutup, tapi Pilkada kenapa jalan terus. Saya rasa itu tidak fair, kalau ingin ditiadakan yah semua,” kata Dede, usai melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Bandung di Soreang, Kamis ( 1/9 )
Seharusnya, kata Dede, jika semua ditiadakan atau dihentikan, maka Pilkada juga harus ditunda. Karena dengan tetap digelar ditengah pandemi virus corona, ini belum tentu berjalan efektif.
“Tapi kelihatannya Pilkada lebih penting dibanding sekolah atau yang lainnya,” pungkas Dede ( Lily Setiadarma )








