5002 Siswa SMP di Gugus III Kab. Bandung Siap Ikuti UNBK

oleh -4 views

Kab Bandung | Kontroversinews.-Pelaksanaan UNBK tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di gugus III Kabupaten Bandung, tahun 2018 ini hanya diikuti oleh 11 sekolah dari total 39 sekolah negeri dan swasta. Dengan demikian 28 sekolah sisanya masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Ketua Gugus III SMP Karna Saputra SPd, MM yang juga Kepala SMPN 1 Cangkuang, mengatakan, untuk pelaksanaan UNBK pada 23-26 April mendatang di wilayah gugus 3 ada di 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, Soreang dan Kecamatan Cangkuang dengan jumlah peserta sebanyak 5002 siswa.

Sebelas sekolah yang akan melaksanakan UNBK, kata Karna, antara lain 5 SMP Negeri, yakni SMPN 1 Soreang, SMPN 2 Soreang , SMPN Pasirjambu 1, SMPN 2 Pasirjambu dan SMPN 1 Cangkuang. Sedangkan untuk SMP Swasta, SMP Karya Pembangunan, SMP Al-Wafa, SMP Soreang Putra ( Sorput) dan SMP Al-Wafa.

Untuk sukses pelaksanaan UNBK 23-26 April tersebut, menurut Karna, SMP Nengri 1 Cangkuang pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pengelola SMA Yadika Cangkuang. “Alhamdulilah sudah mendapat izin tempatnya digunakan UNBK tersebut, sehingga sebanyak 460 siswa akan ikut UNBK di sana, menggunakan 7 ruang kelas ” kata Karna.

Ia menambahkan, untuk mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan masih sama seperti tahun sebelumnya, sebanyak empat pelajaran. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Alhamdullilah untuk persiapan sudah siap, baik sarana dan prasarana yang nantinya digunakan UNBK, maupun kesiapan dari siswanya itu sendiri,” imbuhnya. Begitu pun soal komputer, server, dan teknisi sudah tidak ada masalah, sudah siap.

Untuk mensukseskan target kelulusan 100 persen, jelang UNBK pihak sekolah katanya terus melakukan persiapan di antaranya melaksanakan simulasi langsung UNBK dan try out, membahas soal yang akan diujikan. Harapannya, peserta tidak merasa kaget saat pelaksanaan ujian.

“Simulasi dilaksanakan tiga kali, try out dua kali. Untuk try out mau lebih juga itu tergantung sekolah dengan guru mapel-nya,” jelasnya

Ketua Gugus III SMP Karna Saputra SPd, MM
Ketua Gugus III SMP Karna Saputra SPd, MM

Sementra menurut Kepala SMPN 1 Pasirjambu DR. H. Ahmad Fadilah MMPd, yang diwakili Wakasek Sarana H. Dikdik Ahmad Sodikin S.Pd. MM, mengatakan, untuk pelaksanaan UNBK SMPN 1 Pasirjambu akan dilaksanakan di dua tempat yakni di sekolahnya dan di SMAN 1 Ciwidey.

Dikatakan H. Dikdik, kenapa nebeng gabung ke SMA 1 Ciwidey, dikarenakan keterbatasan prasarana. “Kesiapan untuk UNBK siap dilaksanakan satu server di SMPN 1 Pasirjambu dan 4 Server dilaksanakan di SMAN1 Ciwidey. Meskipun dilaksanakan di dua tempat pihaknya mengaku optimis dan bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Seperti halnya sekolah lain, bagi siswa yang akan mengikuti UNBK telah diberi bimbingan Try Out (TO) dan simulasi.

Untuk hari H pelaksanaan UNBK, pihak sekolah katanya telah menyediakan satu unit server dengan jumlah komputer 25 Unit, dan di SMAN 1 Ciwidey ada 4 server dengan jumlah 104 unit Komputer untuk tiga shif ,” katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (24/3).

Jumlah siswa SMPN 1 Pasirjambu yang ikut UNBK tahun 2018 ini, sebanyak 489 siswa. ”Mudah-mudahan tidak terjadi masalah saat pelaksanaan nanti. Jaringan juga telah dipersiapkan,” ucapnya.

Senada dengan Kepala SMP Soreang Putra (Sorput) Dede Haerul Saleh SPd., menyebutkan jumlah siswa yang akan ikut pelaksanaan UNBK sebanyak 110 siswa, dan akan dilaksanakan di sekolahnya secara mandiri.

Untuk persiapan, pihaknya telah melakukan belajar tambahan di sekolah kemudian juga membahas soal-soal ujian tahun sebelumnya per mata pelajaran. ”Ini simulasi yang ketiga. Semoga SMP Sorput sukses dalam UNBK,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung DR. H. Juhana MM. Pd, menyatakan jumlah sekolah yang siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP pada 23-26 April 2018 sebanyak 104 SMP Negeri dan swasta, atau kurang dari 50 persen dari total SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bandung sebanyak 320 sekolah.

Angka sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut, tentu sangat menggembirakan. Hal ini, kata Kadisdik, menunjukkan antusiasme pihak sekolah untuk bisa ikut UNBK.

Meski sebenarnya sekolah yang ingin menggelar UNBK tersebut rata-rata belum semuanya memiliki fasilitas komputer dan server yang memadai. Untungnya, kata Juhana, dalam pelaksanaanya pihak SMP bisa bekerjasama dengan SMA atau SMK yang telah memiliki fasilitas lengkap,” katanya.

Misalnya, ada SMP yang sudah punya komputer dua kelas, sedangkan kebutuhan peserta UNBKnya ada tujuh kelas, nah mereka ini bekerjasama dengan SMA atau SMK di sekitarnya yang memang sudah punya fasilitas lengkap.

“Teknisnya, peserta UNBK melaksanakan ujiannya sebagian di SMA atau SMK, atau bisa juga SMP ini meminjam fasilitas yang ada di SMA atau SMK dengan dibawa ke SMP pelaksana UNBK. Dan untuk kerjasama antar sekolah ini sudah diwajibkan oleh Kemendikbud,” kata Juhana. (Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *