Kab. Bandung | Kontroversinews.-Komoditas Bawang Merah di Kampung Cikawari Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, diungkapkan Camat Cimenyan, Drs. Achmad Rizky Nugraha, S. Ip., Senin, 23/7, dikantornya, beberapa waktu lagi ke depah akan menuju Istana Presiden Republik Indonesia. Bawang Merah Cikawari mampu besaing harga dipasaran dan turut menstabilkan harga. Dengan demikian keberadaan bawang tersebut mampu membantu pemerintah untk pemenuhan kebutuhan di masyarakat. Di tahun 2016 lalu, rata-rata panen bawang mencapai 121 kwintal/hektar.
Dari hasil panen itu, lanjut Achmad, Kabupaten Bandung akan di kenal sebagai Kabupaten penghasil Bawang Merah terbaik dengan harga yang relatif murah yang mampu bersaing dipasaran. Dengan demikian akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat petani dan mengurangi jumlah kemiskinan di wilayah Kecamatan Cimenyan. “Kami optimis perkembangan komoditas bawang merah di Cikawari akan terus meningkat dan bisa membantu mensejahterakan masyarakat petani termasuk yang lainnya,” kata Achmad.
Bahkan Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH,S.Ip.,M.Ip., lanjut Achmad, sebagai realisasi perhatiannya terhadap perkembangan petani di wilayah Kecamatan Cimenyan, telah menandatangani MoU ( Memorandum of Understanding) dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat dan Universiitas Pasundan tentang Program pengembangan agribisnis pertanian komoditi bawang merah di Kabupaten Bandung, yang dilakukan di Kampung Cikawari, Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan, Selasa, 30/1/2018 lalu. Tujuannya selain pemberdayaan petani, peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan komoditas bawang merah, lanjut Bupati, potensi agribisnis lain di Kabupaten Bandung sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan pula, seperti kentang, wortel atau sayuran lainnya.
Menurut Pak Bupati, jelas Achmad, MoU tersebut akan memberikan manfaatkan ekonomi yang lebih baik untuk meningkatnya perekonomian masyarakat.Dengan MoU ini dapat terjadi transfer peningkatan komoditi mengenai pengembangan bawang bagi para kelompok tani. Kabupaten Bandung ini merupakan sentra penghasil bawang merah ke empat di Jawa Barat, setelah Majalengka, Cirebon dan Garut. Dadang juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap masyarakat petani Kabupaten Bandung.
Pak Bupati sendiri menuturkan, “Untuk meningkatkan komoditas bawang merah, maka dilakukan pengembangan klaster bawang merah bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung. Kita tahu bahwa, bawang merah ini merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi. Saya harap pengembangan ini bukan hanya di Cimenyan saja, tapi dilakukan juga di wilayah lain,” ucap Bupai Bandung didampingi Kepala Dinas Pertanian A. Tisna Umaran.
“Semoga dengan kerjasama selama 3 tahun nanti, selain meningkatkan produksi, kemampuan petani-petani, bahkan pengadaan produksi bawang merah untuk kebutuuhan lokal maupun permintaan pasar di Kabupaten lain bisa terpenuhi,” harap Dadang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BI Jabar Med Tri Hanggono Achmad menerangkan bahwa pembangunan Cluster Bawang Merah tersebut merupakan bagian dari upaya BI untuk pengendalian inflasi dan juga pemberdayaan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung.
“Jadi, pihak BI ingin bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Bandung dalam bentuk pengembangan Cluster bawang merah. Ini yang pertama kita lakukan di jabar, dan bukan mendadak tapi sudah kita rencanakan. Ternyata di sini cukup prospektif kita tanami bawang merah. Iklimnya juga mendukung, sehingga lanjutnya keputusan bersama dengan pihak Pemkab Bandung dan Unpad (Universitas Padjajaran),” imbuh Med Tri Hanggono.
Ia mengungkapkan, wilayah Cimenyan akan dijadikan pilot project untuk pengembangan bawang merah, “Tidak hanya produksinya saja sebagai bawang merah tapi nantinya akan dikembangkan untuk olahan lainnya berbahan bawang merah, siap saji siap pakai seperti Brebes,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepeduliannya ia menegaskan, support yang diberikan BI selain pengembangan kluster selama 3 tahun untuk kelompok tani, akan dilakukan juga pemberian bibit, pupuk, alat-alat pertanian, akan dilakukan juga pendampingan pada petani oleh pihak Unpad, bagaimana cara menanam, mengelola, hingga komoditas ini berkembang dengan baik.
“Sedangkan untuk pengembangannya, kali ini kita akan tanam di tanah seluas 5 hektar, tapi nanti akan bertambah terus untuk bisa ditanami di sekitar wilayah Kecamatan Cimenyan,” pungkas Med. (Ki Agus N. Fattah).