KAB. BANDUNG,
| Kesadaran kolektif dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh puluhan warga Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Minggu (26/4/2026). Tanpa menunggu instruksi, masyarakat dari wilayah RW 11, khususnya warga Kampung Bojong Nangka RT 03/RW 13, bahu-membahu turun ke bantaran Anak Sungai Ciwidey.
Mereka melaksanakan kerja bakti dengan membersihkan endapan lumpur serta memperkuat tanggul sebagai langkah mitigasi dini untuk mengantisipasi potensi longsor.
Fokus kegiatan tertuju pada titik rawan erosi di sekitar Kampung Bojong Nangka yang dinilai paling kritis. Dengan semangat gotong royong, warga memanfaatkan peralatan sederhana seperti cangkul, karung pasir, dan bambu untuk menambal bagian bibir sungai yang tergerus arus.
Aksi swadaya ini menjadi bukti ketangguhan masyarakat setempat yang tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga proaktif dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Kopo. Kepala Desa Entang Suryana, yang diwakili oleh Sekretaris Desa Yunus, hadir langsung memberikan dukungan kepada warga.

"Pak Kepala Desa sangat bangga melihat kebersamaan warga Kampung Bojong Nangka dan RW 11. Meskipun dengan keterbatasan alat, semangat gotong royong inilah yang menjadi aset terbesar dalam menjaga keselamatan bersama," ujar Yunus.
Suasana kerja bakti berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Meski lelah secara fisik, warga tetap terlihat antusias, saling bercanda, dan membantu satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih terjaga kuat sebagai perekat sosial masyarakat Desa Kopo.
Sinergi antara inisiatif warga dan dukungan pemerintah desa menjadi contoh nyata penanganan bencana berbasis komunitas. Upaya penguatan tanggul di sepanjang aliran Anak Sungai Ciwidey dinilai strategis untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat meningkatnya curah hujan dan debit air.
Dengan semangat kolaborasi yang terus dipelihara, Desa Kopo optimistis mampu menekan risiko bencana. Kebersamaan ini bukan hanya tentang memperbaiki tanggul, tetapi juga mempererat tali persaudaraan demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera. ***