Kab. Bandung,
| Hujan deras yang mengguyur kawasan permukiman warga Kampung Bandawa RT 03 RW 15, Desa Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan debit air meningkat secara signifikan hingga meluap dan membanjiri sejumlah rumah warga.
Luapan air diduga berasal dari kiriman air dari wilayah hulu yang mengalir cukup deras. Selain itu, posisi rumah warga yang berada di bawah saluran air (solokan) membuat air dengan cepat datang dari arah belakang proyek, menggenangi halaman dan teras, bahkan masuk ke dalam rumah. Akibatnya, perabotan warga terendam dan aktivitas sehari-hari pun terganggu.
Peristiwa ini terjadi saat intensitas hujan tinggi berlangsung dalam durasi yang cukup lama. Kondisi tersebut menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit yang terus meningkat, sehingga air meluber ke jalan dan permukiman warga. Kepanikan pun sempat terjadi, terutama ketika air mulai masuk ke dalam rumah pada malam hari.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan sebelumnya. Selain dipicu curah hujan yang tinggi, warga menduga adanya proyek SR yang tengah berlangsung di sekitar lingkungan turut memperburuk kondisi.
"Biasanya kalau hujan deras tidak sampai seperti ini. Tapi sekarang air cepat sekali naik dan langsung masuk ke rumah. Kami menduga ini ada pengaruh dari proyek yang sedang berjalan di dekat sini," ujar salah satu warga.
Warga menilai proyek SR tersebut kemungkinan memengaruhi sistem aliran air dan drainase yang sebelumnya berfungsi dengan baik. Aktivitas proyek seperti galian tanah, penumpukan material, hingga perubahan kontur lahan diduga menyebabkan tersumbatnya saluran air dan menghambat aliran normal.
Selain itu, material sisa proyek yang terbawa arus saat hujan juga diduga memperparah kondisi dengan menyumbat solokan dan saluran drainase. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan lancar hingga akhirnya meluap dan menggenangi permukiman.
Dampak dari banjir tersebut, sejumlah warga terpaksa membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sisa genangan air. Beberapa barang rumah tangga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material diperkirakan cukup besar.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pelaksana proyek, untuk segera melakukan evaluasi dan penanganan. Mereka meminta agar sistem drainase diperbaiki dan aliran air dikembalikan seperti semula agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami hanya ingin ada solusi. Kalau memang proyek ini berdampak, tolong diperbaiki drainasenya. Jangan sampai setiap hujan deras kami harus kebanjiran," tambah warga lainnya.
Sementara itu, pemerintah setempat diharapkan segera turun tangan untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Koordinasi dengan pihak pelaksana proyek juga dinilai penting guna memastikan kegiatan pembangunan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Langkah cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan genangan.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pihak lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap pelaksanaan pembangunan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. ***