11
Juli 2026 14:13 WIB
WARTA DESA 108 Kali Dilihat

P3AI Bangun Saluran Irigasi 409 Meter di Gajahmekar, Petani Sambut Antusias

Tita
Tita Pewarta
P3AI Bangun Saluran Irigasi 409 Meter di Gajahmekar, Petani Sambut Antusias

Kab. Bandung,  Kontroversinews | Pemerintah melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3AI) di bawah naungan Kementerian Pertanian terus berupaya memperkuat infrastruktur pertanian di berbagai daerah. Salah satu lokasi yang mendapatkan manfaat program tersebut adalah Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Kehadiran program P3AI mendapat sambutan positif dari pemerintah desa maupun para petani karena dinilai sangat strategis dalam menjamin ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian.

Ketua P3AI, Rendi, menjelaskan bahwa pembangunan saluran irigasi dilaksanakan sepanjang 409 meter dengan target penyelesaian selama 45 hari kerja. Menurutnya, pelaksanaan proyek menghadapi sejumlah tantangan, terutama akibat kenaikan harga material bangunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meski harga material mengalami kenaikan, kami berupaya menekan biaya agar pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan oleh balai terkait," ujar Rendi, Sabtu, 11 Juli 2026.

Hingga saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 20 persen. Rendi mengungkapkan, selain kenaikan harga material, proses pengadaan bahan juga menjadi kendala karena sebagian material harus dipesan terlebih dahulu (pre-order/PO), sehingga membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima hari sebelum dapat dikirim ke lokasi pekerjaan.

Meski demikian, antusiasme masyarakat, khususnya para petani, sangat tinggi. Warga secara sukarela bergotong royong membantu proses pembangunan sesuai dengan waktu dan kemampuan masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan desa.

Saluran Irigasi Muara Cipedung ini diharapkan mampu mengairi lahan pertanian yang lebih luas. Dengan infrastruktur irigasi yang lebih baik dan kokoh, distribusi air ke areal persawahan akan menjadi lebih lancar dan merata. Kondisi tersebut diyakini dapat meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.

Di akhir keterangannya, Rendi berharap Program P3AI dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kebutuhan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi di Desa Gajahmekar masih sangat besar. Saat ini, panjang saluran yang baru terealisasi mencapai 409 meter, sementara masih terdapat ratusan hektare lahan pertanian yang membutuhkan jaringan irigasi yang memadai.

"Kami berharap pemerintah dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk program ini agar seluruh lahan pertanian di Desa Gajahmekar dapat terlayani secara maksimal," pungkasnya. ***

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!