Kuningan,
| Laporan Forum Komunikasi Gabungan Ormas dan LSM (FK-GOL) kepada DPRD Kuningan terkait dugaan pelanggaran dalam proses seleksi Dewan Pengawas (Dewas) BPR Kuningan mulai menghangat.
Berdasarkan informasi di lapangan, panitia seleksi (pansel) dikabarkan sudah mulai dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Ketua DPRD Kuningan disebut sedang sibuk. Sementara pesan WhatsApp yang dikirim untuk meminta penjelasan terkait sejauh mana tindak lanjut laporan FK-GOL juga belum mendapat tanggapan.
Hal tersebut memantik respons keras dari salah satu ketua LSM yang tergabung dalam FK-GOL. Pada Sabtu (9/5/2026), di Sekretariat FK-GOL, U. Kastaman, S.Sos., angkat bicara.
"Hasil investigasi kami di lapangan, informasinya pihak DPRD sudah mengirim surat panggilan kepada panitia seleksi untuk dimintai keterangan. Namun, tidak jelas komisi mana yang menindaklanjutinya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat rekan-rekan FK-GOL mencoba menghubungi Ketua DPRD Kuningan, Nuzul, melalui telepon, yang bersangkutan disebut sedang rapat atau sibuk. Sementara pesan WhatsApp yang menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan laporan dan komisi mana yang menangani belum mendapat jawaban.
"Seharusnya Ketua DPRD, Saudara Nuzul, jangan sampai putus komunikasi agar kami dari FK-GOL bisa memantau. Karena jelas, nanti hasil dari DPRD akan kami tindak lanjuti melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama kami," katanya.
Menurutnya, FK-GOL ingin melihat sejauh mana kinerja DPRD dalam menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk apakah DPRD memahami dugaan pelanggaran dalam seleksi Dewas BPR Kuningan. Ia menilai DPRD memiliki tanggung jawab moral karena turut merumuskan dan mengesahkan Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perseroda BPR Kuningan.
"Jangan sampai fungsi DPRD hanya sebatas mengikuti keinginan eksekutif tanpa memahami regulasi terkait Perseroda BPR Kuningan," tegasnya.
Ia juga menyoroti sikap Ketua DPRD yang dinilai terkesan diam dan mengabaikan komunikasi dari FK-GOL.
"Sikap Ketua DPRD yang terkesan diam dan mengabaikan kami dari FK-GOL merupakan sikap yang kurang baik dan mencederai marwah wakil rakyat. Bahkan terkesan diduga lebih menjadi wakil eksekutif serta para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan nilai finansial," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menilai seorang Ketua DPRD tidak sepatutnya bersikap apriori terhadap aspirasi masyarakat.
"Apa susahnya memberikan jawaban? Karena kami dari FK-GOL akan terus mengawal persoalan ini. Perlu dicatat, jangan mentang-mentang sudah menjadi Ketua DPRD lalu merasa paling berkuasa. Anda itu wakil rakyat yang harus bersinergi dan melayani rakyat," pungkasnya. ***