CIREBON,
| Serikat Mahasiswa Cirebon Indonesia (SEMA Cirebon) melakukan aksi Unjuk Rasa di depan Kantor Bupati Cirebon pada hari Selasa, (28/04/2026), aksi yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut mempertanyakan tentang Kebijakan dan menyoroti Kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Imron Rosyadi selaku Bupati Cirebon.
Disampaikan Koordinator Aksi, Kemas Adhitya Lutfhi dalam orasinya mengatakan kalau aksi tersebut didasari rasa ketidakpuasan dengan kepemimpinan Bupati Cirebon saat ini Imron Rosyadi, menurutnya kebijakan-kebijakan Imron belum berpihak kepada rakyat.
"Sudah cukup lama Bupati Imron memimpin, tapi belum ada kebijakan yang berpihak kepada rakyat, infrastruktur jalan masih banyak yang rusak, sektor pendidikan masih belum memadai," tegasnya.
SEMA Cirebon juga menyoroti beberapa isu yang tengah ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat yaitu dugaan Skema APBD 55 Milyar yang menyeret nama Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dan dugaan praktik jual-beli proyek dan menuntut agar Pemkab Cirebon melaksanakan tender proyek secara transparan.
Sementara itu, Hendra Nirmala selaku Sekda Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa dirinya mewakili Bupati Cirebon untuk menemui masa aksi, ia pun menjelaskan alasan Bupati Cirebon tidak bisa menemui para mahasiswa lantaran sedang dalam masa pemulihan pasca operasi mata.
"Pak Bupati sedang dalam masa pemulihan setelah operasi mata kemarin, dan Pak Wabup juga sedang ada keperluan diluar kota, jadi saya selaku Sekda Kabupaten Cirebon mewakili beliau-beliau," ujar Hendra.
Dengan didampingi oleh Kadis DPUTR Kabupaten Cirebon, Hendra berjanji bahwa aspirasi-aspirasi yang telah disampaikan oleh SEMA Cirebon akan ditindaklanjuti oleh pemerintah Kabupaten Cirebon.
"Pertama kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya, dan kedepannya apa yang telah disampaikan kepada kami Pemkab Cirebon akan segera ditindaklanjuti," tutupnya.
Setelah aksi di Kantor Bupati Cirebon, masa pun melanjutkan aksinya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon hingga selesai dan akhirnya membubarkan diri. (Arsy Al Banzary).