Kab. Bandung, Kontroversinews | Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3I) yang tengah dilaksanakan di saluran irigasi Karyalaksana Sudiplak, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mendapat sambutan positif dan apresiasi dari masyarakat setempat. Program tersebut dinilai tepat sasaran karena mampu membantu memenuhi kebutuhan pengairan bagi para petani di wilayah tersebut.
Ketua P3I Daerah Sudiplak, Asep Solihin, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas terealisasinya program tersebut. Menurutnya, saluran irigasi ini memiliki peran penting dalam mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih enam hektare. Dengan adanya pembangunan dan perbaikan saluran irigasi, distribusi air diharapkan menjadi lebih merata sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
"Pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan dilakukan sepanjang 400 meter dengan spesifikasi teknis yang kokoh dan fungsional. Saluran memiliki lebar 30 sentimeter dan tinggi total 90 sentimeter, dilengkapi fondasi setebal 30 sentimeter serta dinding penahan setinggi 90 sentimeter. Mengingat lokasi ini merupakan bagian dari saluran sekunder dengan debit air yang cukup tinggi, konstruksi baru diharapkan mampu menampung dan menyalurkan aliran air secara lebih optimal dan aman," ujar Asep, Sabtu (11/7/2026).

Dalam proses pelaksanaannya, pembangunan juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Warga setempat bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran program. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 40 hingga 45 hari kerja. Namun, tim pelaksana optimistis pekerjaan dapat dirampungkan lebih cepat, yakni sekitar 35 hingga 40 hari, apabila kondisi cuaca dan situasi di lapangan mendukung.
Asep berharap program P3I dapat terus berlanjut karena masih terdapat sedikitnya dua titik saluran irigasi yang memerlukan penanganan. Menurutnya, pembangunan tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut.
"Kami berharap program ini terus berlanjut karena masih ada sekitar dua titik yang perlu dibenahi demi mendukung para petani. Meski saat ini ada sedikit kenaikan harga material dan proses pengadaan barang harus melalui sistem pemesanan (PO), tidak seperti dulu yang bisa langsung tersedia, kami tetap berupaya menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal," tuturnya.
Secara teknis, pembangunan saluran sepanjang 400 meter tersebut dibagi secara merata, masing-masing 200 meter di sisi kiri dan 200 meter di sisi kanan saluran sesuai dengan desain program. Asep berharap, setelah pembangunan selesai, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani. Ketersediaan air irigasi diharapkan menjadi lebih stabil, terjaga, dan terdistribusi secara efektif serta merata ke seluruh areal persawahan. ***