25
MEI 2026 04:04 WIB
SOROT 145 Kali Dilihat

Dugaan Perselingkuhan ASN Inspektorat Kuningan Harus Dibongkar Tuntas

Uus

Uus

Penulis

Dugaan Perselingkuhan ASN Inspektorat Kuningan Harus Dibongkar Tuntas

Kuningan, Logo | Kabupaten Kuningan diduga tengah mengalami krisis moral di lingkungan pelayanan publik. Setelah sebelumnya mencuat dugaan persoalan etik yang menyeret oknum anggota DPRD Kuningan, kini isu serupa kembali menerpa kalangan eksekutif.

Dua orang ASN yang bertugas di Gedung Inspektorat Kuningan diduga telah lama terlibat hubungan terlarang atau perselingkuhan.

Saat tim mencoba mendatangi Gedung Inspektorat Kuningan untuk melakukan konfirmasi, oknum perempuan berinisial "D" yang diketahui merupakan seorang pejabat tidak berada di kantor. Sementara itu, oknum laki-laki yang juga berinisial "D" disebut sedang mengikuti briefing.

Namun, setelah sekitar satu hingga dua jam menunggu, oknum laki-laki berinisial "D" tersebut langsung meninggalkan kantor dengan alasan memiliki kesibukan lain.

Persoalan ini memantik respons keras dari Forum Komunikasi Gabungan Ormas & LSM (FKGOL) melalui salah satu perwakilannya, Andi Ambon.

Pada Senin (25/5/2026), di Sekretariat FKGOL, Andi Ambon menuturkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, kedua oknum yang disebut sebagai "D2" (D+D) diduga telah lama menjalin hubungan terlarang sejak masih berkantor di gedung lama.

"Rumor dugaan perselingkuhan ini sudah menjadi pembicaraan masyarakat Kuningan, bahkan disebut-sebut sampai berujung pada gugatan cerai dari oknum perempuan berinisial 'D' terhadap suaminya," ujarnya.

FKGOL, lanjut Andi, dalam waktu dekat akan melayangkan surat kepada Sekda dan BKPSDM guna meminta tindak lanjut atas dugaan perselingkuhan tersebut.

"Secara etika dan moral, ASN yang terlibat perselingkuhan telah mencoreng disiplin pegawai dan harus ditindak tegas," katanya.

Ia juga menyebut adanya informasi terkait dugaan upaya lobi atau negosiasi kepada mantan suami oknum perempuan berinisial "D" dengan iming-iming tertentu.

"Gedung Inspektorat harus segera dilakukan pembenahan. Bila perlu, gedung putih eksekutif sekalian, agar energi negatifnya tidak berdampak kepada ASN yang lain," pungkasnya. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ad Iklan Banner Bawah