Kuningan,
| Masih banyak warga Kabupaten Kuningan yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya keluarga almarhum Bapak Satari yang tinggal di RT 22 RW 05 Dusun Bojong, Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan.
Keluarga tersebut tinggal di rumah bilik peninggalan almarhum Bapak Satari yang kondisinya sudah tidak layak huni. Rumah itu dihuni oleh tiga orang, yakni Miftah, Basir, dan Muanah. Salah seorang di antaranya juga diketahui mengidap penyakit paru-paru.
Kondisi kehidupan keluarga tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Pada Minggu (24/5/2025), di kediamannya, KH Asep Kamaludin Albusthomi menuturkan bahwa keluarga almarhum Bapak Satari memang perlu segera mendapatkan bantuan, baik untuk perbaikan rumah maupun pengobatan gratis bagi anggota keluarga yang sedang sakit.
"Pemda Kuningan, dalam hal ini Bupati Dian, harus segera turun tangan membantu melihat kondisi keluarga almarhum Bapak Satari. Mereka membutuhkan bantuan serius karena berada di wilayah perkotaan Kuningan," ujarnya.
Menurutnya, sangat disayangkan apabila di wilayah Kota Kuningan masih ada warga miskin yang hidup menderita di rumah reyod dan tidak mampu berobat.
"Anggaran ratusan juta bahkan miliaran rupiah yang turun ke Desa Ancaran seharusnya bisa membantu keluarga almarhum Satari. Masa kondisi seperti ini tidak terlihat atau justru dibiarkan," tambahnya.
Ia berharap Bupati Kuningan memiliki kepekaan dan empati terhadap kondisi keluarga tersebut yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan penderitaan.
"Hati mereka menjerit, tetapi keadaan ekonomi membuat mereka tidak berdaya," pungkasnya. ***