CIWIDEY, KONTROVERSINEWS — Ada hadiah yang nilainya melampaui sembako dan kemeriahan sebuah perayaan. Pada puncak peringatan HUT ke-81 TNI, Minggu, 20 September 2026, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., hadir di Saung Comando, Desa Lebakmuncang, Ciwidey, dan menyaksikan langsung perubahan sebuah kawasan yang sebelumnya terbatas menjadi ruang yang kini dibuka untuk masyarakat.
Kehadiran Kasad bukan sekadar untuk memeriahkan perayaan. Di tengah suasana kegiatan, berbagai persoalan yang dihadapi warga turut terlihat: rumah tidak layak huni, mushola yang membutuhkan perhatian, keterbatasan akses air bersih, hingga kebutuhan akan jembatan yang menjadi harapan masyarakat.
Persoalan-persoalan tersebut menjadi bagian dari perhatian TNI melalui berbagai kegiatan sosial. Khitanan massal bagi 1.200 anak, pembagian 5.000 paket sembako, serta pemberian kursi roda menjadi bentuk bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

“Kita bisa turun langsung, kita fasilitasi, dan kita bisa memberi dampak bagi banyak orang,” tegas Kasad.
Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat penting untuk memahami kebutuhan warga secara lebih nyata. Dengan melihat dan mendengar langsung, bantuan yang diberikan diharapkan dapat semakin sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut juga tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan. Program serupa direncanakan berlangsung secara rutin setiap enam bulan. Evaluasi akan terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
Namun, ada satu keputusan lain yang menjadi perhatian utama masyarakat.
Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., memutuskan membuka kawasan Vila Comando untuk masyarakat. Mulai pekan depan, setiap Minggu pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, pintu Vila Comando akan terbuka bagi warga.
Masyarakat dapat memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga, berdagang, berkumpul, dan menikmati ruang bersama dalam suasana yang lebih terbuka.
Kinerja Tanggap Darurat, UPT Dinsos Selesaikan Ratusan Kasus ODGJ dan Warga Terlantar dengan Optimal
Bagi warga Ciwidey, dibukanya Vila Comando bukan sekadar perubahan akses. Ini menjadi simbol hadirnya sebuah ruang yang sebelumnya terbatas, tetapi kini dapat dimanfaatkan bersama.
Sebuah pintu yang terbuka memang sederhana. Namun, bagi masyarakat, ia dapat menjadi tanda bahwa sebuah tempat yang dahulu terasa jauh kini menjadi lebih dekat—ruang untuk bertemu, bergerak, dan tumbuh bersama.
Dan setiap Minggu pagi, pintu itu akan kembali terbuka. ***