14
Agustus 2026 02:04 WIB
REGIONAL 98 Kali Dilihat

Sasak Gantung Pamekaran–Padasuka Resmi Diresmikan, Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

Tita
Tita Pewarta
Sasak Gantung Pamekaran–Padasuka Resmi Diresmikan, Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

KAB. BANDUNG, Kontroversinews | Sasak gantung yang menjadi penghubung sekaligus batas wilayah antara Desa Pamekaran, RW 13, Kecamatan Soreang, dengan Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, resmi diresmikan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Peresmian yang berlangsung di Kampung Legok Keong, RW 13, Desa Pamekaran, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peresmian sasak gantung secara nasional. Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap kemudahan mobilitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Mayor Jenderal TNI Tantan Hadionto, Wadan Pussenif, dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberadaan sasak gantung tersebut akan sangat memudahkan aktivitas dan mobilitas warga.

Menurutnya, sasak gantung tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, kondisinya sempat memprihatinkan dan dinilai tidak lagi layak untuk dilalui. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan secara menyeluruh agar jembatan tersebut dapat kembali dimanfaatkan dengan kondisi yang lebih aman dan baik.

Sasak gantung ini memiliki lebar sekitar 1,5 meter dan kini sudah dapat dilalui pengendara sepeda motor. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama ketika menggunakan kendaraan roda dua, mengingat konstruksi sasak gantung memiliki keterbatasan dalam hal daya tahan dan kemampuan menahan beban.

Dalam kesempatan tersebut, Deni, selaku Kaur Umum Desa Pamekaran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan dan perbaikan sasak gantung tersebut.

“Selain menjadi akses transportasi bagi masyarakat, jembatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong perkembangan potensi ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Peresmian sasak gantung berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Deni berharap fasilitas tersebut dapat terus dipelihara secara bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Pamekaran maupun Desa Padasuka.

Sasak gantung tersebut kini menjadi akses alternatif yang memudahkan warga dari kedua desa dalam menjalankan berbagai kegiatan, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, sosial, maupun aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya akses yang lebih mudah, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jalur yang lebih jauh untuk menuju wilayah desa tetangga.

“Semoga keberadaan sasak gantung ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dipelihara bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Tz)

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!