“Profesionalisme dibentuk melalui proses panjang, mulai dari rekrutmen yang selektif, pembinaan yang berkelanjutan, hingga pendidikan dan pelatihan yang menanamkan nilai dasar ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara,” tambahnya.
Pelatihan dasar CPNS, menurut Wali Kota, bukan sekadar formalitas administratif menuju pengangkatan menjadi PNS penuh, melainkan wadah pembentukan karakter aparatur.
“Latsar menjadi gerbang awal untuk menanamkan nilai-nilai integritas, nasionalisme, serta kemampuan teknis dan manajerial yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ini adalah ruang pembentukan karakter, tempat saudara ditempa menjadi pelayan publik sejati,” tuturnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar para peserta menjadikan setiap tahapan pelatihan sebagai kesempatan berharga untuk belajar dan berproses.
“Ikutilah setiap tahapan dengan kesungguhan dan keterbukaan hati. Lepaskan sementara segala atribut sosial di luar sana. Di sini, semua berdiri sejajar sebagai calon abdi negara yang tengah belajar memahami makna pelayanan,” pesannya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa ukuran keberhasilan seorang CPNS tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, tetapi dari semangat belajar dan kemampuan bekerja sama.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa tinggi nilai akademik, melainkan seberapa kuat semangat belajar, kedewasaan bersikap, dan kemampuan bekerja dalam tim,” ucapnya.
Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan masukan. “Aparatur yang tidak siap menerima masukan akan sulit tumbuh. Dan aparatur yang sulit tumbuh akan menjadi beban bagi organisasi, bahkan bagi masyarakat yang dilayani,” tegasnya.
Dalam penutupan sambutannya, Wali Kota menyampaikan tiga pesan penting bagi para peserta Latsar CPNS. Pertama, agar senantiasa membangun kompetensi dan integritas secara seimbang. Kedua, menjadi ASN pembelajar yang adaptif terhadap perubahan birokrasi. Dan ketiga, menanamkan semangat inovasi dalam setiap aspek pelayanan publik.
“Kota Cirebon membutuhkan aparatur yang mampu berpikir kreatif dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan efektif,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Latsar CPNS Formasi Tahun 2024 yang diselenggarakan pada 10–12 November 2025.
“Sebanyak 119 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 114 tenaga teknis dan 5 tenaga kesehatan. Tujuan utama pelatihan ini adalah memperkuat kemampuan teknis sesuai bidang tugas masing-masing agar siap menjalankan fungsi sebagai ASN yang profesional dan berintegritas,” ujar Sri Lakshmi.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi teknis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan CPNS agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelayanan publik yang semakin dinamis.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat memahami tugasnya secara lebih mendalam serta mampu menerapkan prinsip pelayanan publik yang responsif dan inovatif,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Cirebon, para narasumber, serta seluruh panitia yang telah memastikan kegiatan berjalan lancar. Semoga seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kompetensi dan semangat pengabdian,” harapnya.
(Susmiati)
10
November 2025
19:01 WIB
REGIONAL
82 Kali Dilihat
Penguatan Kompetensi Teknis CPNS Formasi 2024, Wujud ASN Profesional dan Berintegritas
“Profesionalisme dibentuk melalui proses panjang, mulai dari rekrutmen yang selektif, pembinaan yang berkelanjutan, hingga pendidikan dan pelatihan yang menanamkan nilai dasar ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara,” tambahnya.
Pelatihan dasar CPNS, menurut Wali Kota, bukan sekadar formalitas administratif menuju pengangkatan menjadi PNS penuh, melainkan wadah pembentukan karakter aparatur.
“Latsar menjadi gerbang awal untuk menanamkan nilai-nilai integritas, nasionalisme, serta kemampuan teknis dan manajerial yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ini adalah ruang pembentukan karakter, tempat saudara ditempa menjadi pelayan publik sejati,” tuturnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar para peserta menjadikan setiap tahapan pelatihan sebagai kesempatan berharga untuk belajar dan berproses.
“Ikutilah setiap tahapan dengan kesungguhan dan keterbukaan hati. Lepaskan sementara segala atribut sosial di luar sana. Di sini, semua berdiri sejajar sebagai calon abdi negara yang tengah belajar memahami makna pelayanan,” pesannya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa ukuran keberhasilan seorang CPNS tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, tetapi dari semangat belajar dan kemampuan bekerja sama.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa tinggi nilai akademik, melainkan seberapa kuat semangat belajar, kedewasaan bersikap, dan kemampuan bekerja dalam tim,” ucapnya.
Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan masukan. “Aparatur yang tidak siap menerima masukan akan sulit tumbuh. Dan aparatur yang sulit tumbuh akan menjadi beban bagi organisasi, bahkan bagi masyarakat yang dilayani,” tegasnya.
Dalam penutupan sambutannya, Wali Kota menyampaikan tiga pesan penting bagi para peserta Latsar CPNS. Pertama, agar senantiasa membangun kompetensi dan integritas secara seimbang. Kedua, menjadi ASN pembelajar yang adaptif terhadap perubahan birokrasi. Dan ketiga, menanamkan semangat inovasi dalam setiap aspek pelayanan publik.
“Kota Cirebon membutuhkan aparatur yang mampu berpikir kreatif dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan efektif,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Latsar CPNS Formasi Tahun 2024 yang diselenggarakan pada 10–12 November 2025.
“Sebanyak 119 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 114 tenaga teknis dan 5 tenaga kesehatan. Tujuan utama pelatihan ini adalah memperkuat kemampuan teknis sesuai bidang tugas masing-masing agar siap menjalankan fungsi sebagai ASN yang profesional dan berintegritas,” ujar Sri Lakshmi.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi teknis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan CPNS agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelayanan publik yang semakin dinamis.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat memahami tugasnya secara lebih mendalam serta mampu menerapkan prinsip pelayanan publik yang responsif dan inovatif,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Cirebon, para narasumber, serta seluruh panitia yang telah memastikan kegiatan berjalan lancar. Semoga seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kompetensi dan semangat pengabdian,” harapnya.
(Susmiati) Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!