KAB. BANDUNG, KONTROVERSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mendorong Karang Taruna untuk semakin aktif menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah serta penanganan berbagai persoalan kesejahteraan sosial.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menerima Tim Juri Nasional dalam rangka peninjauan lapangan (rechecking) lima besar Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026 di Rumah Dinas Wakil Bupati Bandung, Senin (28/9/2026).
Ali mengatakan, keberhasilan Karang Taruna Asoka Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, menembus lima besar tingkat nasional merupakan buah dari kerja keras, kreativitas, kepedulian sosial, serta konsistensi para kader dalam menjalankan organisasi di tengah masyarakat.
“Capaian ini tentunya bukanlah hasil yang diraih secara instan, melainkan buah dari kerja keras, kebersamaan, kreativitas, kepedulian sosial, serta konsistensi para kader dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat,” ujar Ali.
Menurutnya, Karang Taruna memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, mengembangkan potensi, sekaligus memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat.
Karena itu, Ali mendorong pemerintah kecamatan dan desa untuk memberikan ruang serta dukungan bagi Karang Taruna agar dapat mengembangkan berbagai inovasi dan kegiatan yang bermanfaat.
Ia menyebutkan, Kabupaten Bandung memiliki sekitar 3,8 juta penduduk, dengan sekitar 80 persen di antaranya berada dalam usia produktif. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi besar yang perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas serta keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.
“Karang Taruna ini adalah mitra strategis pemerintah kabupaten untuk membangun Kabupaten Bandung. Saya berharap para camat dan kepala desa bisa memfasilitasi anak-anak muda ini untuk berinovasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan,” katanya.
Ali menegaskan, proses rechecking tidak semata-mata harus dipandang sebagai ajang penilaian. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Karang Taruna Asoka untuk menunjukkan berbagai inovasi, hasil kerja, serta dampak program yang telah dilaksanakan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak semata-mata dimaknai sebagai proses penilaian, bukan cuma sekadar seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas organisasi serta keberlanjutan program yang baik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Sosial RI sekaligus Tim Juri Nasional, Adrianus Alla, mengatakan ajang Karang Taruna Berprestasi kembali diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Lahir Karang Taruna ke-66.
Dari tahapan seleksi administrasi dan wawancara, terpilih lima Karang Taruna yang selanjutnya mengikuti penilaian lapangan.
Adrianus menilai Karang Taruna memiliki potensi besar untuk turut menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial di wilayah masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan ketentuan baru yang memperluas cakupan warga Karang Taruna hingga usia 30 tahun.
“Posisi mereka adalah potensi sumber kesejahteraan sosial. Karang Taruna inilah nantinya yang akan kita gerakkan untuk ikut berperan dalam penanganan permasalahan kesejahteraan sosial di wilayahnya masing-masing,” ujar Adrianus.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Karang Taruna dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu pendataan dan ground check penerima bantuan serta menjangkau calon peserta Sekolah Rakyat.
Menurut Adrianus, kedekatan Karang Taruna dengan masyarakat menjadi modal penting karena para kader dinilai lebih memahami kondisi serta persoalan warga di lingkungan masing-masing.
Karang Taruna, lanjutnya, juga perlu memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur di wilayah, seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dunia usaha, maupun potensi sosial lainnya.
“Yang kami harapkan adalah mereka bersatu, tidak hanya memikirkan Karang Tarunanya, tetapi mulai berkolaborasi dengan berbagai pihak di wilayahnya. Mereka aktif bergerak menjangkau warga yang ada di sekitar karena mereka yang tahu warganya dan tahu permasalahannya,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah mengatakan, Pemkab Bandung melalui Dinas Sosial terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada Karang Taruna.
Selain penguatan organisasi, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada peningkatan kemandirian melalui pemberdayaan ekonomi.
“Alhamdulillah di APBD Perubahan insya Allah Karang Taruna juga akan mendapatkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk kemandirian Karang Taruna, agar mereka menjadi embrio yang mandiri di kemudian hari,” kata Ningning.
Melalui kegiatan peninjauan lapangan tersebut, Pemkab Bandung berharap kiprah Karang Taruna Asoka dapat semakin memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah.
Capaian tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi Karang Taruna lainnya di Kabupaten Bandung untuk terus aktif, berinovasi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ***