Kuningan, Kontroversinews | Maraknya kasus yang menyeret sejumlah pejabat publik di Kabupaten Kuningan, mulai dari dugaan perselingkuhan, hingga tindak pidana korupsi, menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat.
Muncul gagasan agar Gedung Pemda dan DPRD Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan ruwatan atau ruqyah sebagai simbol ikhtiar spiritual dan doa bersama demi terciptanya pemerintahan yang bersih serta terbebas dari perilaku yang melanggar etika dan moral.
Kegiatan ruwatan atau ruqyah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana doa bersama yang melibatkan para ulama, aktivis, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, media, serta seluruh elemen masyarakat Kuningan.
Menanggapi wacana tersebut, Forum Komunikasi Gabungan Ormas dan LSM (FKGOL) Kabupaten Kuningan melalui Andi Ambon menyatakan dukungannya.
Saat ditemui di Sekretariat FKGOL pada Sabtu (6/6/2026), Andi Ambon mengatakan bahwa kondisi Kabupaten Kuningan saat ini memang memerlukan perhatian serius terkait persoalan etika dan moral pejabat publik.
"Memang Kuningan sedang menghadapi persoalan etika moral pejabat publik, baik terkait dugaan perselingkuhan maupun korupsi. Jika memang perlu diadakan ruwatan atau ruqyah di Gedung Pemda dan DPRD, itu merupakan gagasan yang baik sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan dan perbaikan Kabupaten Kuningan," ujarnya.
Menurutnya, FKGOL siap mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap seluruh unsur masyarakat dapat turut berpartisipasi.
"Kami berharap para ulama, ormas, LSM, media, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama hadir dan berdoa demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas," katanya.
Ia juga menyinggung adanya kegiatan serupa yang pernah dilakukan di Kabupaten Bandung Barat sebagai bentuk ikhtiar moral dan spiritual dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pemerintahan.
FKGOL, lanjutnya, siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan ruwatan atau ruqyah tersebut sebagai bentuk ikhtiar bersama masyarakat Kuningan yang menginginkan para pejabat publik memiliki integritas, menjunjung tinggi etika dan moral, serta mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik demi kemajuan daerah.
"Ini merupakan bentuk doa dan harapan masyarakat agar Kabupaten Kuningan memiliki pemimpin dan pejabat publik yang berintegritas, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. ***