SOREANG,
| Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bandung memperkuat konsolidasi organisasi dengan menata distribusi kader, menegaskan sikap politik, serta membenahi basis data.
Ketua IKA PMII Kabupaten Bandung, Haji Tarya Witarsa, menyatakan bahwa organisasi alumni harus melampaui aktivitas seremonial. Menurutnya, IKA PMII perlu menjadi wadah pengembangan sekaligus pengelolaan kader secara terarah.
"IKA PMII tidak boleh sekadar menjadi ruang nostalgia. Kader harus ditempatkan secara strategis agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya dalam Dialog dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Gedung Moh Toha, Kabupaten Bandung, Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan, alumni kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, hingga dunia usaha. Karena itu, penempatan kader yang tepat dinilai penting untuk mendukung kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Tarya juga menekankan pentingnya sikap politik organisasi yang tetap independen, kritis, dan konstruktif. "Organisasi tidak boleh terjebak pada kepentingan jangka pendek. Sikap harus berlandaskan nilai keislaman, kebangsaan, dan keadilan sosial," katanya.
Selain itu, pembenahan basis data menjadi fokus lain. Saat ini, sekitar 300 alumni PMII di Kabupaten Bandung telah terdata dan jumlahnya terus bertambah.
Menurutnya, data kader merupakan dasar dalam pengambilan kebijakan. Data yang tertata akan memudahkan penyusunan program agar lebih tepat sasaran.

IKA PMII Kabupaten Bandung juga tengah menyiapkan peluncuran situs web resmi sebagai pusat informasi dan pengelolaan data kader. Platform tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan data sekaligus memperkuat komunikasi antaralumni.
Ia menambahkan, persoalan basis data selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan organisasi. Oleh karena itu, sistem terintegrasi dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
Setelah pembenahan data, IKA PMII Kabupaten Bandung berencana membentuk Pengurus Anak Cabang (PAC) di 31 kecamatan.
"Dengan data kader yang terintegrasi, roda organisasi dapat berjalan lebih optimal melalui pembentukan PAC di tingkat kecamatan, seiring bertambahnya jumlah alumni PMII di Kabupaten Bandung," ujarnya.
Tarya menegaskan, konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Melalui sinergi kader dan alumni, IKA PMII Kabupaten Bandung diharapkan dapat memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah, baik di bidang sosial, politik, maupun keagamaan," katanya.***