22
Juni 2026 07:02 WIB
BANDUNG SEKITAR 75 Kali Dilihat

Ratusan Massa Berunjuk Rasa di Pemkab Bandung, Tuntut Pembubaran Program MBG

E. Suparman
E. Suparman Pewarta
Ratusan Massa Berunjuk Rasa di Pemkab Bandung, Tuntut Pembubaran Program MBG

Soreang, Kontroversinews | Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan aliansi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Soreang, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut evaluasi total hingga pembubaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Badan Gizi Nasional (BGN).

Aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Massa memadati Jalan Al-Fathu, Soreang, sambil membawa berbagai atribut dan spanduk bertuliskan, "Hentikan Politisasi Makan Bergizi Gratis dan Bubarkan BGN, Alihkan Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan."

Para peserta aksi menilai program MBG membebani keuangan negara dan tidak berjalan secara efektif. Mereka mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

Koordinator aksi, Ahmad Fauzi, dalam orasinya mengecam pelaksanaan program MBG yang dinilai tidak tepat sasaran dan justru menimbulkan berbagai persoalan di lapangan.

"Kami mendesak agar program MBG dihentikan secara total. Pemerintah terkesan memaksakan program ini di tengah anjloknya nilai tukar rupiah dan meningkatnya utang negara. Dana yang dihabiskan untuk program tersebut lebih baik dialokasikan untuk perbaikan fasilitas pendidikan serta subsidi pupuk bagi petani di Kabupaten Bandung," ujar Ahmad Fauzi dari atas mobil komando.

Selain menyoroti persoalan anggaran, massa juga menyinggung berbagai gejolak operasional di tingkat dapur mitra atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat memicu protes dari Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia. Menurut mereka, BGN dinilai belum mampu melakukan pengelolaan dan penyaluran dana operasional secara optimal.

Situasi sempat memanas sekitar pukul 11.30 WIB ketika sejumlah perwakilan massa berupaya memasuki area Kompleks Pemkab Bandung untuk melakukan audiensi dengan Bupati Bandung. Namun, ketegangan berhasil diredam setelah aparat dari kepolisian membentuk barikade dan memfasilitasi 10 perwakilan massa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan mahasiswa masih melakukan audiensi tertutup dengan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bandung. Massa menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka terkait penghentian operasional Program MBG di Kabupaten Bandung tidak diteruskan kepada pemerintah pusat.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!