Cirebon,
| Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri Pengukuhan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kota Cirebon masa bakti 2025-2030 yang digelar di Balai Kota, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan babak baru untuk tetap berperan aktif di tengah masyarakat.
Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, sekaligus mengapresiasi semangat para pensiunan yang terus ingin berkarya. Menurutnya, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi mencerminkan komitmen kuat untuk tetap produktif dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Cirebon.
"Secara administratif, memang telah memasuki masa purna tugas. Namun pengalaman yang dimiliki tidak boleh berhenti begitu saja. Justru di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kami membutuhkan perspektif para senior yang telah banyak menghadapi dinamika di lapangan," ujarnya.
Ia menekankan, ada sejumlah isu strategis yang diharapkan dapat menjadi perhatian PPI ke depan. Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi pensiunan. Menurutnya, masa pensiun seharusnya tetap menjadi fase yang produktif, namun tetap memberikan ketenangan.
"Kami berharap PPI dapat mendorong program kewirausahaan sosial atau pendampingan ekonomi bagi anggotanya. Jangan sampai masa pensiun dianggap sebagai fase pasif. Justru dari sini bisa tumbuh jejaring ekonomi kreatif yang memberi manfaat, baik secara finansial maupun psikologis," tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya literasi kesehatan bagi para lansia. Ia mendorong PPI untuk aktif menginisiasi kegiatan yang mendukung pola hidup sehat, seperti pemeriksaan kesehatan rutin hingga aktivitas sosial yang memperkuat kebugaran fisik dan mental.
Tak hanya itu, Wali Kota membuka ruang bagi PPI untuk menjadi mitra kritis pemerintah. Ia menilai, masukan berbasis pengalaman nyata dari para pensiunan kerap lebih relevan dan aplikatif dalam menjawab persoalan di masyarakat.
"Kami tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan pandangan dari Bapak dan Ibu yang telah melalui berbagai situasi, baik dalam penyusunan kebijakan maupun pengelolaan persoalan sosial. Itu menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kota Cirebon yang lebih baik," tegasnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk segera melakukan konsolidasi dan menyusun langkah kerja yang konkret. Pemerintah Kota Cirebon pun menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PPI dalam berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya para lanjut usia.
Wali Kota menekankan pentingnya perlindungan hak-hak pensiunan, mulai dari akses layanan kesehatan hingga kemudahan dalam pelayanan publik.
"Semoga PPI dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan hak-hak tersebut terpenuhi secara layak dan tanpa hambatan birokrasi," harapnya.
Sementara itu, Ketua PPI Kota Cirebon, H. Abdul Aziz Husein, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki landasan hukum dan arah gerak yang jelas. Ia menyebutkan, keberadaan PPI mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan yang menekankan pentingnya mewujudkan lansia yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.
"Selain itu, kami juga berpegang pada hasil Kongres PPI tahun 2022 yang menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, serta keputusan PPI Jawa Barat terkait visi besar PPI sebagai organisasi yang mengayomi, unggul, modern, dan bebas dari intervensi pihak manapun," jelasnya.
Ia menambahkan, PPI Kota Cirebon memiliki misi untuk turut berperan dalam pembangunan, memperjuangkan perlindungan bagi pensiunan, menciptakan lingkungan ramah lansia, serta memastikan kesetaraan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
"Bagi kami, yang paling penting adalah memastikan bahwa para pensiunan tetap merasa memiliki ruang untuk berkontribusi. PPI hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang bisa memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas," tuturnya.