05
Juni 2026 08:25 WIB
BANDUNG SEKITAR 148 Kali Dilihat

Pentahelix dan SDA Jabar Keruk Sungai Cegah Banjir

E. Suparman
E. Suparman Pewarta
Pentahelix dan SDA Jabar Keruk Sungai Cegah Banjir

KAB. BANDUNG, Kontroversinews | Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) berkolaborasi dengan unsur Pentahelix yang terdiri atas pemerintah daerah, Kecamatan Dayeuhkolot, akademisi, komunitas peduli lingkungan, dunia usaha, dan media dalam kegiatan normalisasi serta pengerukan saluran irigasi Cipalasari di kawasan bantaran sungai Jalan M. Toha, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (5/6/2026).


Langkah konkret ini merupakan respons cepat terhadap tingginya sedimentasi dan penumpukan sampah yang kerap menjadi penyebab banjir saat musim penghujan. Kegiatan pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan banjir.


Saat dikonfirmasi, Ketua Pelaksana Program Pentahelix, Tri, menyampaikan bahwa pengerukan endapan sungai dilakukan secara masif guna memperlancar aliran air dan mengembalikan fungsi saluran sebagaimana mestinya.


"Melalui kolaborasi Pentahelix, kami bersama-sama turun ke lapangan untuk melakukan normalisasi, pengerukan, hingga pembersihan bantaran sungai dari sampah dan sedimentasi yang menyumbat aliran air," ujar Tri.


Program kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat serta berbagai pihak terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pihak SDA Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pendekatan Pentahelix menjadi kunci keberhasilan penanganan persoalan sungai karena melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu.


Menurutnya, permasalahan sungai tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan partisipasi aktif pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta dukungan media dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.


Proses pengerukan dilakukan dengan menggunakan alat berat yang difokuskan pada titik-titik rawan pendangkalan, khususnya di saluran irigasi Cipalasari dan kawasan terdampak lainnya. Selain normalisasi saluran dan pengangkatan sedimen, tim gabungan juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.


Melalui sinergi Pentahelix ini, diharapkan kapasitas tampung sungai dapat kembali optimal sehingga aliran air menuju hilir berjalan lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melaksanakan program pengawasan, pemeliharaan, dan pengelolaan sungai secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. ***

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!