KAB. BANDUNG, KontroversiNews | Bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung terus memperketat pengawasan terhadap proyek pembangunan dan revitalisasi infrastruktur sekolah dasar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis, standar kualitas, serta target waktu yang telah ditetapkan.
Tim Monitoring Bidang Pembinaan Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung melakukan peninjauan langsung terhadap proyek pembangunan ruang kelas baru di SDN 02 Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas material bangunan, memantau progres pekerjaan, serta mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan proyek dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Kepala Seksi Sarpras Kelembagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Teri Yanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengawasan secara berkala merupakan langkah penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara memberikan hasil optimal, khususnya dalam penyediaan sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan tahan lama.
“Dari Bagian Sarpras, kami tidak ingin ada kompromi terkait kualitas bangunan. Pengawasan secara berkala sangat penting untuk memastikan struktur bangunan kokoh dan aman bagi anak-anak saat digunakan nanti. Mulai dari proses pengecoran, kualitas semen, hingga detail konstruksi atap, semuanya kami periksa secara cermat,” tegas Teri saat meninjau lokasi proyek.
Menurutnya, pengawasan langsung di lapangan diperlukan untuk mengidentifikasi potensi kendala sejak dini sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Proyek revitalisasi SDN 02 Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, meliputi rehabilitasi bangunan yang mengalami kerusakan, pembangunan ruang kelas baru, serta perbaikan dan pembangunan fasilitas sanitasi yang ramah anak.
Melalui pengawasan intensif dari jajaran Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, pelaksanaan proyek tersebut diharapkan berjalan optimal dan memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan.
Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 sehingga fasilitas pendidikan yang telah dibangun dan diperbaiki dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bandung, sekaligus memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak. ***