Bandung Barat, Kontroversinews | Suasana haru disertai isak tangis mewarnai acara Paturay Tineung Siswa-Siswi Kelas XII MAN Bandung Barat yang digelar di halaman MAN Bandung Barat, Jalan Sukatani, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan mengusung konsep budaya Sunda yang sarat makna.
Mengangkat tema "Miang Tandang Nyungsi Hareupan, Nyukcruk Jalur Nu Rahayu", acara ini menjadi pesan dan bekal bagi 337 siswa-siswi kelas XII yang akan melanjutkan perjalanan menuju jenjang pendidikan dan kehidupan berikutnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, Kepala MAN Bandung Barat H. Ali Mursih, S.Pd., M.H.Pd., seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, para mantan kepala MAN Bandung Barat, Ketua Komite, unsur Forkopimcam Kecamatan Cililin, serta ratusan alumni dan orang tua siswa. Kehadiran mereka menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dalam keluarga besar MAN Bandung Barat.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursih, S.Pd., M.H.Pd., menyampaikan empat pesan penting kepada para siswa yang akan meninggalkan bangku madrasah. Pesan tersebut dirangkum dalam ungkapan Sunda yang sarat makna, yakni “Cageur, Bageur, Bener, Tur Singer.”
"Kami telah mengantarkan kalian hingga gerbang pelepasan untuk melanjutkan langkah menuju jenjang yang lebih tinggi dalam kehidupan nyata. Bral geura miang tandang nyungsi hareupan, nyukcruk jalur nu rahayu. Di mana pun kalian berada, tetaplah berpegang teguh pada empat pesan ini, yaitu Cageur, Bageur, Bener, tur Singer," ujar Ali Mursih.
Ia kemudian menjelaskan makna dari keempat pesan tersebut.
Cageur berarti menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Menurutnya, orang yang kuat adalah mereka yang mampu menjaga diri dan menahan amarah.
Bageur berarti memiliki akhlak yang baik. Ia menegaskan bahwa akhlak lebih berharga daripada jasa dan mengajak para lulusan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana hadis “Khoirunnas anfa'uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).
Bener berarti senantiasa meluruskan niat karena Allah SWT serta menjunjung tinggi kejujuran. "Kejujuran adalah mata uang yang berlaku, baik di dunia maupun di akhirat," katanya.
Sementara Singer bermakna terus belajar dan berkarya. Ia berharap lulusan MAN Bandung Barat menjadi insan yang cerdas, terampil, dan memiliki daya saing tinggi.
Mengakhiri sambutannya, Ali Mursih menegaskan bahwa seluruh lulusan MAN Bandung Barat harus mampu menjadi generasi unggul yang membawa nama baik almamater.
"Seluruh lulusan MAN Bandung Barat harus menjadi insan yang cerdas, terampil, serta berdaya saing, dengan tetap memegang teguh moto MAN Bandung Barat: Hebat, Bermutu, dan Mendunia," pungkasnya. (Rusmana/Endang)