SMP 2 Cileunyi dan Disdik Menggelar Outdoor Class Room Day

oleh -1401 Dilihat
oleh

Kab Bandung | Kontroversinews.- Jajaran SMP 2 Cileunyi melibatkan pimpinan kewilayahan dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Outdoor Class Room Day, Kamis (1/11). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melestarikan permainan tradisional sekaligus memperingati hari anak internasional pada November.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. H.Juhana MM.Pd
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. H.Juhana MM.Pd

Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan juga yaitu deklarasi sekolah ramah anak dan menolak segala kekerasan terhadap anak di sekolah. Termasuk kegiatan lainnya, senam masal, upacara yang semuanya dihadiri oleh peserta sebanyak 1200 orang.

Kepala Sekolah SMP 2 Cileunyi, Setiawan S Pd, M Pd mengungkapkan kegiatan outdoor class room dilaksanakan untuk mengingatkan kepada anak tentang permainan tradisional. Serta melaksanakan deklarasi sekolah ramah anak dan mencegah kekerasan terhadap anak.

“Targetnya, ini (kegiatan) mengingatkan kepada anak tentang permainan anak yang dulu engrang, sapintrong. Kemudian deklarasi sekolah ramah anak dan mencegah kekerasan kepada anak, tidak ada bully,” ujarnya, saat ditemui disela-sela kegiatan Kamis (1/11).

Ia menuturkan, berbagai unsur instansi terkait turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kapolsek, Camat, Muspika dan Disdik Kabupaten Bandung. Terkait dengan sekolah ramah anak, pihaknya mengaku sudah menjalankannya satu tahun ke belakang.

“Pesan kita, mencegah terjadi kekerasan pada anak, kedua melaporkan kalau ada kekerasan terhadap anak,” katanya.

Lestarikan Permainan Tradisional, sejumlah siswa SMP 2 Cileunyi bermain dengan penuh semangat di halaman sekokah pada, Kamis (1/11)
Lestarikan Permainan Tradisional, sejumlah siswa SMP 2 Cileunyi bermain dengan penuh semangat di halaman sekokah pada, Kamis (1/11)

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. H.Juhana MM.Pd mengatakan sekolah ramah anak harus memberikan jaminan, hak-hak serta perlindungan kepada anak yaitu hak pendidikan, bermain terbebas dari tekanan, kekerasan dan bullying. Menurutnya, ada dua aspek sekolah ramah anak yaitu fisik dan non fisik.

“Kalau fisik, semua sarana-prasarana sekolah memberikan keamanan, kenyamanan dan bersih. Ada pemagaran, toilet cukup dan ada penghijauan,” ungkapnya.

Sementara non fisik, ia menuturkan adalah  hubungan antara siswa dengan siswa, siswa dengan sekolah. Dimana hubungan tersebut secara psikologis memberikan ketenangan, tidak ada lagi bully dan ancaman serta tekanan. “Nyaman di kelas dan ramah dikelas dan dilingkungan,” katanya. (Lily Setiadarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *