September 17, 2019

Seorang Kades di Boyolali Jadi Tersangka Korupsi Keuangan Desa

Seorang Kades di Boyolali Jadi Tersangka Korupsi Keuangan Desa

Boyolali | Kontroversinews.- Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali menetapkan Kepala Desa Teter, Kecamatan Simo, Andy Yoeniawan (AN), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Ada dua pos anggaran yang diduga diselewengkan.

“Pada hari ini kami penyidik Kejaksaan Negeri Boyolali telah menetapkan tersangka berinisial AN. Beliau adalah Kepala Desa Teter, Kecamatan Simo,” kata Kasi Pidsus Kejari Boyolali Setyawan Joko Nugroho kepada wartawan di kantornya, Senin (26/8/2019).

Tersangka AN menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Boyolali sejak pagi tadi. Hingga pukul 15.00 WIB, yang bersangkutan masih dimintai keterangannya oleh penyidik.

AN diduga menyelewengkan pengelolaan keuangan Desa Teter saat menjabat sebagai Kades Teter periode 2013-2019. AN dalam Pilkades 29 Juni 2019 kembali terpilih menjadi Kades Teter untuk periode 2019-2025 dan dilantik pada 12 Agustus 2019.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Setyawan, AN juga akan langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Boyolali.

“Selanjutnya terhadap yang bersangkutan akan dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung hari ini. Hari ini langsung kami tahan di Rutan Boyolali,” ujar Wawan, sapaan Setyawan.

Ada dua pos anggaran yang diduga diselewengkan oleh tersangka AN, yaitu lelang tanah kas desa yang dilelang secara personal atau tidak seperti lelang yang lain dan uangnya tidak masuk pendapatan asli desa atau APBDes. Kemudian uang setoran pajak tidak disetorkan ke negara.

“Pengakuan yang bersangkutan, ada yang digunakan secara pribadi, kemudian ada yang dibagikan ke perangkat lain. Cuma, berdasarkan keterangan saksi yang lain, belum ada yang mengaku kalau sudah menerima hasil dari pembagian lelang tanah kas desa itu,” beber Wawan.

Dasar penetapan tersangka kepada AN adalah ada dua alat bukti, yaitu keterangan saksi-saksi dan perhitungan keuangan negara yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Boyolali. Nilai kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 159 juta.

Dalam kasus ini, Kejari Boyolali telah mengamankan barang bukti, di antaranya berkas-berkas dari desa Teter, APBDes, serta dokumen-dokumen.

“Nanti kemungkinan masih ada lagi bukti pendukung lain yang akan kami sita,” imbuhnya.

Seperti diberitakan detik.com sebelumnya, Kejari Boyolali meningkatkan status penanganan kasus dugaan penyalahgunaan keuangan Desa Teter, Kecamatan Simo, dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Penyelewengan anggaran itu diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa setempat.

Kejari Boyolali menangani kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Kemudian ditindaklanjuti dengan surat perintah tugas dan ditemukan bukti awal, sehingga Kejari menindaklanjutinya lagi dengan surat perintah penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya bukti awal yang cukup, sehingga kami memutuskan menindaklanjutinya di tingkat penyidikan,” tandas Kajari Boyolali Prihatin. ***

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *