KATAPANG (Kontroversinews.com) – Dengan membawa tema Indahnya Berbagi Saat Pandemi, para santri di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Bahri Almashoolih Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang menggelar bazar Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pakaian layak pakai dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan bazar Ramadan, Abdullah Alawi mengatakan bahwa kegiatan bazar Ramadan ini bertujuan untuk melatih dan memperbanyak aktivitas santri dalam dunia sosial, khususnya pada saat bulan Ramadan ini.
“Bazarnya tiga hari, dari tanggal 30 April 2021 sampai 2 Mei 2021. Bazar ini gratis. Satu orang maksimal mengambil tiga jenis pakaian, apakah itu baju, kerudung, celana, atau sorban,” ujar Alawi saat dihubungi via telepon, Minggu (2/5).
Dalam kegiatan bazar Ramadan, Alawi memastikan bahwa semua yang terlibat menerapkan protokol dengan ketat, baik itu panitia maupun pengunjung. Pihaknya juga sudah menyiapkan alat cuci tangan. Kegiatan bazar dimulai pukul 14.00 WIB dan pengunjung yang datang biasanya merupakan warga sekitar.
“Antusias masyarakat pada baik dan tertib dalam mematuhi protokol kesehatan, ketika datang cuci tangan, ngambil tiket dan antri,” sambung Alawi.
Alawi mengungkapkan bahwa pihaknya memperoleh pakaian bazar dari berbagai pihak. Dari mulai teman, warga sekitar hingga pabrik kerudung. Kondisi pakaiannya pun sangat layak pakai, terjaga kebersihannya dan bahkan banyak diantaranya masih dalam kondisi baru dan tersegel.
“Ngumpulin bajunya dalam waktu satu minggu. Bajunya untuk semua kalangan usia, cuman yang enggak ada itu barang-barang usia balita, jadi kebanyakan buat ibu-ibu,” tutur Alawi.
Alawi mengaku baru pertama kali mengadakan bazar Ramadan ini. Tak ingin menunggu tahun berikutnya, Alawi berharap kegiatan serupa bisa terlaksana bulan berikutnya. Apalagi masyarakat sekitar sangat mengapresiasi kegiatan bazar Ramadan ini.
“Saya bikin kotak pesan dan saran. Banyak saran yang meminta agar di bulan syawal ada bazar lagi, dan juga ada banyak ucapan terima kasih,” pungkas Alawi. (Lily Setiadarma)