Oktober 17, 2019

PT. Guna Karya Nusantara Diduda Merusak Lingkungan

Samosir | Kontroversinews.- Keberadaan PT. Guna Karya Nusantara yang beroperasi di Desa Simbolon Kecamatan Palipi sudah ada sekitar 4 (empat) bulan lamanya,menurut pengakuan Seorang menajer nya padahal Sudah hampir(1tahun)beroperasi tampa izin dari pemkab Samosir.

Dalam beroperasinya PT Guna Karya Nusantara pada daerah ini yang mempergunakan alat-alat berat , membuat suatu pertanyaan bagi penduduk sekitar karena nantinya pasti berdampak terhadap lingkungan alam sekitar , hari Kamis (29/3)yang baru lalu .

Salah seorang dari Insan Pers dari medya Cetak Harian terbitan Medan yang ber inisial P (singkatan ) yang ikut dalam rombongan Pers untuk peliputan ke lokasi PT Guna Karya Nusantara , ingin mengabadikan kegiatan sebagai bahan dalam pemberitaan .

Namun baru mau ambil photo dari luar lokasi PT tersebut ( dari pinggir jalan umum) sudah di larang oleh seseorang pengamanan katanya dari perusahaan yang memakai pakaian biasa yang rupa-rupanya adalah anggota TNI .

Akibat dilarangnya Awak pers untuk meliput dari  luar lokasi PT Guna Karya Nusantara , terjadilah pertengkaran mulut sehingga para wartawan dan LSM yang masih sedang minum mengerumuni percekcokan tersebut dan salah seorang atasannya Leo Manurung (sersan dua) dari Kodam Bukit Barisan mengatakan bahwa segala kegiatan PT Guna Karya Nusantara dilarang di abadikan oleh Insan Pers,sekitar pukul 11.00 WIB kepada insan Pers.

Situasi ini menjadi bahan perhatian warga yang melintasi areal Ring Road  Samosir , pasalnya dimana beberapa awak Media Cetak  harian / Mingguan ataupun Media Online yang jumlahnya puluhan serta LSM di Halangi salah satu Oknun TNI untuk peliputan .

Pada dasarnya mau memasuki kantor PT. Guna Karya Nusantara  dengan tujuan untuk melakukan konfirmasi terkait izin dari Dinas Lingkungan Hidup dan dari dinas Perijinan satu Pintu yang berada dikabupaten Samosir.

Dimana sebelumnya, insan pers yang bertugas dikabupaten Samosir menerima laporan dari masyarakat desa Simbolon kecamatan Palipi,telah terjadinya kerusakan tanah yang dilakukan oleh alat berat ekscafator milik perusahaan PT.Guna Karya Nusantara yang sekaligus adanya pengeporasian mesin Kraser selama 24 jam yang menimbulkan ketidak nyaman warga dimalam hari ketika istrahat malam,
Ahkirnya masyarakat desa simbolon terserang penyakit flu batuk dan gatal gatal.

Warga juga mengatakan kepada Insan Pers  bahwa PT.Guna Karya Nusantara belum mengantongi Ijin operasional dari dinas terkait yang berada dikabupaten Samosir, dimana selama ini PT.Guna Karya Nusantara sudah melakukan pekerjaan untuk menghasilkan Hotmix selama 4 bulan lamanya tanpa memikirkan resiko pengorekan tanah yang berada di bahu aliran sungai yang berjarak lebih Kurang 15 meter, yang jelas sudah melanggar peraturan yang berlaku .

Warga memperkirakan bila tanah yang berada dibahu aliran sungai ini terus menurus dikerjakan takut akan terjadi banjir Bandang dikemudian hari bila hujan turun lebat, karena Tanah yang dikorek tersebut dari Hulu .

Pada belakangam ini terjadilah konflik pada sesama warga  untuk dapat menghentikan pengorekan tanah beserta alat-alat berat dari PT. Guna Karya Nusantara. (ps)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *