Pola pikir Menuju Pilkada Samosir Dengan Segala Dinamikanya.

oleh -4 views

Samosir kontroversinews.
Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pilkada merupakan salah satu rezim kepemiluan di Indonesia. Istilah Pemilu sering kita dengar dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di negara yang menganut sistem demokrasi,sabtu 10 oktober 2020.

Di Sumatera Utara sendiri dalam waktu dekat ada 23 Kabupaten/kota yang mengikuti pilkada serentak 09 Desember 2020 dan salah satunya adalah Kabupaten Samosir.

Dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2020 tentang tentang Penetapan Perppu 2 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga UU 1 tahun 2015 tentang Penetapan Perppu 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, selain sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) dan telah berusia minimal 25 tahun, ada 14 syarat lainnya untuk maju sebagai calon bupati sesuai undang-undang.

Diantaranya tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Dan mantan terpidana yang telah selesai menjalani masa pemidanaannya diperbolehkan mendaftar sebagai calon bupati dengan syarat wajib secara jujur atau terbuka mengemukakan kepada publik dan dilakukan dalam bentuk iklan pengumuman di media massa harian lokal sesuai daerah calon yang bersangkutan mencalonkan diri.

Iklannya sendiri berisi latar belakang jati dirinya sebagai terpidana tidak sedang dalam penjara atau mantan terpidana tersebut jenis tindak pidananya bukan kejahatan yang berulang.

Dan dari hasil penelitian saya, pada Pilkada 2015 lalu tidak ada satupun calon yang mengaku kepada publik bahwa dirinya adalah sebagai mantan terpidana seperti amanat undang-undang tersebut.

Untuk Kabupaten Samosir sejak beberapa bulan terakhir para kandidat Bupati dan Cawabup sudah mulai bersosialisasi dengan melakukan kegiatan berupa turun ke desa-desa, tatap muka dengan warga, memasang baliho, spanduk juga berbagi bantuan pangan seperti sembako sambil mempromosikan kehebatan para calon yang didukungnya dengan ungkapan kata-kata yang konvensional maupun provokatif untuk mempengaruhi opini masyarakatnya.

Ada slogan dengan ungkapan “…. telah teruji..,  telah berpengalaman, jempol emas, Percepatan Pembangunan Samosir, Kita tingkatkan pertanian, kita tingkatkan kesejahteraan rakyat, kita bangun infrastruktur, kita bangun perguruan tinggi dan lain sebagainya.

Semua perkataan ini bisa dimaklumi sebagai kata-kata janji yang indah dan sah-sah saja asal dilakukan dengan Jujur dan Adil.

Dan walaupun belum memasuki tahapan masa kampanye  tapi belakangan ini prakteknya sudah seperti kampanye.

Bahkan sudah ada penurunan baliho salah satu balon bupati tertentu dengan alasan tidak ada izin dan alasan lainnya. Kegiatan dukung mendukung pun sangat meriah, ada bunyi gondang, memberikan pasu- pasu (berkat),  ungkapan- ungkapan dukungan, bahkan ada yang menggunakan kata-kata provokatif seperti  “Berperang,” dan kelompok pendukung lain bilang “Bertempur” sehingga terkesan suasana di kabupaten Samosir seakan-akan gawat, lalu ditambah lagi saling berkomentar sinis yang satu dengan yang lainnya di media sosial.

Mungkin para pendukung sudah kehabisan kata-kata yang tepat dan relevan, dan ini sungguh jadi membuat lucu diri sendiri.

Ada juga yang bilang kandidat ini dan itu masih terlalu muda, belum berpengalaman, bukan putra daerah dan ungkapan lainnya.

Padahal dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2020 syarat sebagai calon bupati dan walikota selain sebagai WNI dan telah berusia minimal 25 tahun.

Apakah kita lupa membaca aturannya ? 
Atau memang sudah mengetahui tapi diabaikan dengan pemikiran dan anggapan bahwa orang kampung (parhuta-huta) tau apa sih?  

Kita lupa bahwa pada setiap desa di Samosir ini pasti ada sarjananya yang melek hukum dan peraturan perundangan lainnya.

Nah kalau cara sosialisasinya seperti ini namanya kan membodohi, membohongi rakyat Samosir?

Padahal kita mengetahui bahwa asas Pemilukada adalah LUBER (langsung, umum, bebas) serta jujur dan adil.(ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *