Kasus Peletusan Senpi Diduga Dipetieskan?

oleh -144 Dilihat
oleh

INDRAMAYU | KONTROVERSI NEWS.-Peristiwa Peletusan Senjata Api (Senpi) di Lokasi Pekerjaan Embung (Tanah Tadah Hujan) Desa Temiyang sari-Kecamatan Kroya-Kabupaten Indramayu-Jawa Barat yang dilakukan oleh Seorang Kontraktor Arogan bernama Zuliansyah (Zul) Warga Kepulauan Bangka Belitung-Sumatera Bagian Selatan terhadap seorang Konsultan bernama Ari Julianto Bin Teja Sukmana (Alm)-Warga Dusun Panjunan RT.018/RW.003 Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon-Jawa Barat, kini Kasusnya Tidak jelas rimbanya.

Berdasarkan Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan Nomor : STBPL/B/335//XI/2018/SPKT.II Pada Hari Senin, 19 November 2018 sekira Pukul 14.20 WIB di Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Ari Julianto selaku Korban melaporkan mengenai Dugaan Tindak Pidana Pengancaman, dengan Kronologisnya Pada Hari Kamis 18 Oktober 2018 sekira Pukul 14.00 WIB Pelapor/Korban yang di tunjuk oleh Dinas Pekerjaan Umumdan Pentaan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu untuk mengawasi Pekerjaan Embung Brawijaya di Desa Temiyang Sari Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, menyampaikan hasil Perhitungan RAB kepada Kontraktor yaitu Sdr. Zuliansyah (Zul) namun setelah Pelapor menerangkan Tiba-tiba Terlapor (Pelaku) langsung merebut dan merobek-robek RAB dan mencaci maki kepada (Konsultan)/Korban dan mendorongnya, kemudian Pelaku menuju ke Mobil untuk mengambil Senjata Api.

Kemudian Pelaku mendekati Konsultan dan mengajaknya ke Lokasi Proyek dengan mengendarai Sepeda Motor persis di depan pintu Air Pelaku meletuskan Senjata api (Pistolnya) sebanyak satu kali, Tutur Nara Sumber yang memberikan Copyan Hasil Laporan dan Identitasnya Tidak bersedia di Ketik di Majalah Kontroversi News, Kamis, 17 Januari 2019, Pukul 14.15 WIB bertemu di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, Berdasarkan Hasil Laporan Kepolisian tersebut Pelaku (Zuliansyah) di jerat dengan Pasal 368 KUHPidana sedangan Kepemilikan Senjata Apinya tidak di cantumkan, padahal Undang-undang Darurat No.12 Tahun 1951 dengan Ancaman Pidana Penjara serendah-rendahnya Dua Puluh Tahun dan atau seberat-beratnya Pidana Penjara Seumur Hidup, akan tetapi Fakta di lapangan telah terjadi Penyimpangan atau Penyelewengan Aturan yang sangat jauh, sebagai Perbandingan Hukum, Pelaku Kasus Tindak Pidana Perjudian, karena melanggar Pasal 303 itu di Proses bahkan sampai maju ke Persidangan Pengadilan Negeri, padahal jika mencermati Pasal 303 tidak ada yang di rugikan melainkan sudah menjadi kesepakatan bersama antara Pemain Judi dengan Bandarnya, Uang-uangnya sendiri, di peroleh dari hasil jerih payahnya sendiri, Cape dan lelah badannya sendiri bahkan jika di kaitkan dengan Agama khususnya Agama Islam Dosa-dosanya sendiri kenapa Aparat Penegak Hukum sampai hati meringkus Pelaku-pelaku Judi dan mengesampingkan bagaimana kondisi Keluarganya, Hukum ya Tetap Hukum yang bertindak lain halnya dengan Undang-undang Darurat semuanya dapat diduga dikondisikan sesuai dengan Kesepakatan dan Kemufakatan antara Pelaku dengan Aparat Penyidik, Ujarnya.

Jadi Pantas saja Zuliansyah Oknum Kontraktor yang memiliki dan meletuskan Senjata Api dapat menghirup udara segar di Luar karena Si Pelaku hanya di Ancam dengan Pasal 368 KUPidana itu pun Pelaku tidak di Rampas Hak Azasi Manusianya (masih Bebas). Bagaimana dengan Kisah Teladannya Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Widodo Budidarmo pada Pertengahan Bulan Mei 1973, Beliau dengan hati yang Legowo menyerahkan Anaknya ke Jalur Hukum akibat Anaknya Menggunakan Senjata Api kemudian Tanpa di sengaja menembak Sugianto Sopir Keluarganya, waktu itu anak Mantan Kapolri masih duduk di Bangku SMP, ini berarti Seorang Ayah yang tidak Mentang-mentang punya Pangkat dan Jabatan, Anak ya tinggal Anak, jika melanggar Hukum Ya kenapa tidak boleh diproses dengan Hukum, demikian Untaian Komentar Nara Sumber seputar Kepemilikan dan Peletusan Senjata Api Oknum Kontraktor “ Zuliansyah “ oleh Masyarakat Indramayu disebut Kebal Hukum, atau Kasusnya di Peti Eskan, dia mengakhiri Komentarnya. (Asep Jaenudin (Victor)/Asep A. Riyanto.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *